Danantara Segera Umumkan Pemenang Tender Proyek Sampah Jadi Energi, Tahap Pertama Investasi USD600 Juta

by
Danantara Indonesia. FOTO: CNN Indonesia.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara segera mengumumkan perusahaan pemenang tender proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Untuk tahap pertama pelaksana proyek Waste to Energy (WtE) diumumkan untuk empat kota yakni Denpasar, Bekasi, Bogor, dan Yogyakarta. Total kebutuhan investasi di empat kota mencapai sedikitnya USD600 juta.

Direktur Investasi PT Danantara Investment Management Fadli Rahman di Jakarta, Kamis (26/2/2026) mengungkapkan pemenangnya adalah yang kriterianya sesuai dengan Peraturan Presiden RI Nomor 109 Tahun 2025, yang memiliki kemampuan teknikal yang sangat baik. Juga kemampuan finansial dan ekonomi yang sangat baik, dan juga risiko yang bisa termanage dengan baik.

CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani akan mengumumkan pemenang proyek WtE di empat kota pada Maret 2026.

Seperti diketahui WtE merupakan program nasional yang dirancang untuk mengolah sampah kota menjadi energi listrik. Proyek ini ditujukan sebagai solusi dari kedaruratan sampah sekaligus upaya mendukung ketahanan energi nasional.

Danantara mendata sebanyak 24 perusahaan internasional dari China, Prancis, Jepang, telah mengikuti seleksi dan mengikuti tender proyek WtE. Perusahaan internasional itu adalah 20 perusahaan dari China, 3 dari Jepang, dan satu dari Prancis.

Teknisnya, untuk setiap lokasi WtE, akan dipilih satu perusahaan. Perusahaan tersebut akan membentuk konsorsium dengan perusahaan domestik dan juga akan menggandeng mitra lokal untuk mengembangkan proyek WtE.

Sejumlah kriteria yang menjadi syarat agar perusahaan itu memenangi lelang adalah antara lain latar belakang perusahaan, kemampuan teknis, aspek-aspek dalam proposal. Di antaranya, peralatan (equipment), operasional, kualitas desain, kualitas pembangunan, penilaian dampak aspek lingkungan, dampak sosial, dampak ekonomi, kemampuan finansial, hingga mitra lokal.

Kriteria yang memiliki bobot paling besar dalam penilaian adalah teknologi WtE, baik dari sisi desain maupun eksekusi teknologinya. Ini penting, karena Indonesia belum memiliki teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Nantinya, perusahaan pemenang tender diwajibkan melakukan transfer teknologi ke Indonesia, antara lain, yang akan dilakukan dengan program pelatihan tenaga kerja lokal. Tenaga kerja yang ditraning itu akan dikirim belajar ke negara asal perusahaan.

Danantara juga menilai dari risiko-risiko yang terlahir dari proposal perusahaan peserta lelang proyek WtE, baik itu secara korporasi, teknis, finansial, ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Dalam tahap pertama ini, kebutuhan investasi mencapai USD150 juta-USD170 juta di setiap lokasi untuk pembangunan proyek WtE, dengan skema pembiayaan 70 persen dari eksternal yang merupakan investasi asing langsung (FDI) dan 30 persen dari ekuitas Danantara. Dengan begitu, total kebutuhan investasi di empat kota mencapai sedikitnya USD600 juta.

Rencananya, Danantara menargetkan untuk membangun proyek WtE di 33 lokasi di Indonesia. Setelah empat lokasi pertama, Danantara akan menggelar lelang untuk proyek WtE di 9 kota pada April 2025 atau setelah Lebaran 2026. (Osc).