Menhaj RI dan Menhaj Arab Saudi Sepakati Penguatan Layanan Haji 1447 H/2026 M

by
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj RI), KH. Mochamad Irfan Yusuf melakukan pertemuan khusus dengan Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Taufiq F. Al-Rabiah di Kantor Dagang Arab Saudi.FOTO: Humas Kemenhaj/haji.go.id

BERITABUANA.CO, JAKARTA- Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj RI), KH. Mochamad Irfan Yusuf melakukan pertemuan khusus dengan Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Taufiq F. Al-Rabiah. Pertemuan tersebut berlangsung selama dua hari pada 16–17 Februari 2026 di Kantor Dagang Arab Saudi.

Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi bilateral dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah tahun 1447 H/2026 M. Dalam pertemuan khusus tersebut, kedua menteri sepakat bahwa keberhasilan pelayanan jemaah merupakan tanggung jawab bersama.

“Kesuksesan dalam melayani tamu Allah bukan hanya keberhasilan satu pihak, melainkan tanggung jawab kolektif. Karena itu, seluruh kendala dalam persiapan penyelenggaraan haji tahun ini harus kita inventarisir dan carikan solusi bersama,” ujar Menhaj RI, KH. Mochamad Irfan Yusuf di Jeddah, Selasa (17/2) sebagaimana dikutip www.beritabuana.co, dari laman Kementerian Haji dan Umrah RI (haji.g.id), Kamis (19/2/2026).

Menhaj secara khusus menyampaikan sejumlah catatan strategis terkait aspek layanan, mulai dari penguatan sistem Nusuk, pengelolaan DAM, akomodasi, transportasi, konsumsi, layanan kesehatan, hingga integrasi berbagai layanan pendukung lainnya.

“Seluruh poin tersebut menjadi perhatian bersama untuk memastikan pelayanan berjalan lebih efektif, terukur, dan humanis”.

Baik Menhaj RI maupun Menhaj Saudi juga menegaskan bahwa fokus utama pembahasan adalah keberhasilan penyelenggaraan haji 2026. “Kami bersepakat, tidak ada agenda lain selain menyukseskan haji tahun 2026. Energi, perhatian, dan kerja sama kita diarahkan sepenuhnya untuk itu,” tegas Menhaj RI.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Haji dan Umrah Saudi Taufiq F. Al-Rabiah menegaskan komitmen kolaboratif dengan pernyataan yang disampaikan secara langsung, ‘Your success, my success. We must be success,’. Pernyataan tersebut menjadi simbol kesepahaman bahwa keberhasilan pelayanan jemaah Indonesia merupakan bagian integral dari keberhasilan pelayanan haji secara global.

“Kami menyadari bahwa setiap kebijakan dan setiap keputusan pada akhirnya bermuara pada kenyamanan dan kekhusyukan ibadah jemaah. Amanah ini harus kita jaga bersama,” kata Menhaj Tawfiq. (Fadloli)