Hujan Malam Sampai Pagi Bukan Fenomena Kebetulan, BMKG Tetap Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

by
Musim hujan. (Foto: Ist)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan bahwa hujan yang kerap mengguyur wilayah Jabodetabek sejak malam hingga pagi hari belakangan ini bukanlah fenomena kebetulan. Pola hujan tersebut merupakan karakteristik khas pada puncak musim hujan.

Andri Ramdhani mengatakan, hujan pada musim hujan umumnya memang terjadi pada malam hingga dini hari, bahkan bisa berlanjut sampai pagi.

“Ini karakteristik hujan pada musim hujan ya, musim hujan itu biasanya karakteristiknya itu ada di malam hingga dini hari, bahkan pagi,” jelas Andri saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Kondisi seperti itu, kata Andri, perlu mendapat perhatian khusus karena hujan sering turun saat sebagian besar masyarakat sedang beristirahat. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan risiko jika masyarakat tidak memantau perkembangan cuaca.

“Nah ini justru yang perlu kewaspadaan, terkadang di malam hari itu kan masyarakat sedang beristirahat,” ujarnya.

Secara ilmiah, lanjut Andri, pola hujan malam hingga pagi hari terjadi karena dinamika atmosfer pada musim hujan yang mendukung pembentukan awan hujan pada waktu tersebut.

“Karena dinamika atmosfer pada saat musim hujan itu mendukung terhadap pembentukan awan-awan hujan pada saat malam hari,” ungkap dia.

Pola yang sama juga masih aka  berlanjut, BMKG memprakirakan pola hujan malam hingga pagi ini masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari, lalu berangsur-angsur melemah hingga Maret.

“Dan ini akan terus berlangsung hingga bulan Februari, berangsur-angsur hingga bulan Maret. Jadi kesiapsiagaan, kewaspadaan harus tetap dijaga, dan terus memantau informasi dari BMKG hingga nanti berakhirnya puncak musim hujan,” kata Andri.

Andri menegaskan intensitas hujan tertinggi tetap berada di awal tahun, meski prediksi musim hujan akan bertahan hingga Maret mendatang.

“Puncaknya nanti di Januari hingga Februari, dan akan berangsur hingga bulan Maret,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memperbarui informasi cuaca, terutama pada malam hari. Andri menyarankan masyarakat memanfaatkan aplikasi resmi BMKG yang dilengkapi fitur radar cuaca.

“Di informasi BMKG itu di aplikasi ada fitur radar, dan ini adalah eksklusif untuk masyarakat Indonesia, karena provider cuaca global tidak memiliki data itu. Jadi di situ dapat dilihat perkembangan cuaca real time dari menit ke menit, sehingga ini langkah sederhana bagi masyarakat untuk mengantisipasi,” pungkasnya. (Kds)