Januari 2026, Evaluasi Program Kegiatan dan Kinerja SKPD Harus Tuntas

by
Gubernur Melki Laka Lena saat Pimpin Apel ASN lingkup Pemprov NTT. (iir)

BERITABUANA.CO, KUPANG – Evaluasi program kegiatan dan kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi NTT di tahun 2025 sudah harus tuntas di bulan Januari ini.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat Pimpin Apel Bersama ASN, di halaman Kantor Gubernur NTT, Senin (19/1/2026).

“Berbagai perencanaan program kegiatan di tahun 2026 ke depan bisa lebih fokus, lebih terukur dan punya dampak bagi kebutuhan masyarakat, terlebih Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga ditingkatkan dari tahun sebelumnya,” tegasnya lagi.

Melki Laka Lena memberi contoh di bidang pendidikan, ingin agar Kepala Sekolah, tenaga-tenaga di sektor pendidikan, murid-murid serta orang tua siswa, dapat merasakan perubahan konkret melalui program yang diimplementasikan seperti peningkatan kualitas pendidikan, kualitas tenaga pendidik, kualitas siswa yang lulus, serta angka putus sekolah yang bisa ditekan.

“Kami mengapresiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, yang menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional, pada acara penghargaan Swasembada Pangan Tahun 2025, dimana berhasil meraih pengakuan atas dedikasi dan inovasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Melki Laka Lena.

Dia menilai, capaian di sektor pertanian ini merupakan buah dari perencanaan program kerja yang terukur dengan baik, serta didukung koordinasi dan sinergi yang kuat lintas sektor sehingga berdampak bagi masyarakat banyak.

“Selama ini kita dipandang daerah yang kering. Namun berkat inovasi, dan perencanaan program yang terukur, serta kerja sama yang solid, justru bisa jadi daerah dengan pengembangan pertanian berkelanjutan di daerah semi-kering,” paparnya.

Disamping itu, tambah Melki Laka Lena meningkatkan produksi tanaman pangan lokal, dan berkolaborasi dengan petani untuk mengatasi tantangan iklim.

“Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas komitmen kita, khususnya Dinas Pertanian NTT dalam mendukung visi nasional swasembada pangan di tengah kendala geografis dan cuaca ekstrem serta keterbatasan sumber daya,” jelas Melki Laka Lena. (iir)