BERITABUANA.CO, DEPOK – Kebijakan efisiensi anggaran dalam berbagai kegiatan pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, dipastikan tidak mengganggu proses pembinaan dan pengembangan minat serta bakat peserta didik.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kota Depok Raden Muchamad Zakky menyampaikan seluruh program pembinaan siswa, tetap menjadi prioritas meskipun saat ini pemerintah daerah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran di sejumlah kegiatan.
Kegiatan pendidikan, termasuk pengembangan minat dan bakat siswa SD dan SMP, paparnya, tetap diarahkan agar berjalan optimal dan memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang di berbagai bidang.
“Pelaksanaan kegiatan, tidak kita paksakan terlalu meriah. Yang terpenting adalah, esensi tujuan kegiatan tetap tercapai,” ujar Zakky, dalam keterangannya Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan Lomba-Lomba Pendidikan
tahun 2026, tetap melibatkan sekolah negeri dan swasta melalui mekanisme koordinasi yang telah disepakati.
Namun, keterlibatan sekolah swasta bersifat opsional menyesuaikan kondisi dan agenda masing-masing satuan pendidikan.
Untuk tingkat SMP, setiap dari tujuh cabang pendidikan mengirimkan 20 peserta. Sementara pada tingkat SD, setiap kecamatan melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) juga mengirimkan 20 peserta dengan jumlah pendamping yang disesuaikan kebutuhan di lapangan.
Meski terdapat penyesuaian anggaran, terangnya, Disdik Kota Depok tetap optimistis terhadap capaian peserta didik.
Prestasi yang diraih pada tahun sebelumnya, tambahnya, baik di tingkat provinsi maupun nasional, diharapkan dapat kembali dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Zakky juga menegaskan pembinaan siswa tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter serta potensi nonakademik seperti olahraga, seni, dan budaya.
“Kita ingin, menggali potensi siswa seluas-luasnya. Tidak semua harus unggul di akademik, tetapi juga bisa berkembang di bidang lain,” tekannya.
Pemerintah Kota Depok, ulasnya, berharap seluruh rangkaian program pembinaan ini dapat berjalan seimbang.
“Serta memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa secara menyeluruh, sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan di daerah,” pungkasnya. (Rki)






