BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI Syafiuddin mengapresiasi kinerja pemerintah dan Polri dalam menekan angka kecelakaan serta fatalitas selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Ia meminta strategi pengamanan tersebut dievaluasi dan disempurnakan sebagai bekal menghadapi arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan memiliki tingkat mobilitas jauh lebih tinggi.
Syafiuddin mengatakan, keberhasilan pengamanan Nataru harus menjadi pijakan untuk menyiapkan mudik Lebaran Maret 2026 agar berlangsung lebih aman dan lancar. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar setiap kebijakan dapat diterapkan secara lebih optimal.
“Strategi yang sudah diterapkan pada Nataru perlu dievaluasi dan disempurnakan agar bisa diterapkan secara lebih optimal pada mudik Lebaran Maret 2026, yang biasanya memiliki tingkat mobilitas masyarakat jauh lebih tinggi,” ujar Syafiuddin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pernyataan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho yang mengungkapkan adanya penurunan signifikan selama Nataru. Angka fatalitas kecelakaan lalu lintas tercatat turun hingga 27,12 persen, sementara jumlah kecelakaan secara keseluruhan menurun sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Syafiuddin, capaian tersebut tidak lepas dari penerapan berbagai strategi pengamanan, rekayasa lalu lintas, serta kesiapan infrastruktur dan sarana transportasi yang lebih baik.
“Penurunan ini merupakan capaian positif dan patut diapresiasi. Ini menunjukkan adanya perbaikan dalam manajemen lalu lintas, pengawasan, serta koordinasi antar instansi selama masa Nataru,” kata legislator dari daerah pemilihan Jawa Timur XI itu.
Ia menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kepolisian, serta seluruh pemangku kepentingan terkait guna memastikan keselamatan masyarakat selama periode perjalanan massal.
“Pemerintah harus terus bekerja keras. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kita berharap tren penurunan kecelakaan ini bisa terus dijaga, bahkan ditingkatkan, pada momentum mudik Lebaran mendatang,” ujarnya.
Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyebut salah satu faktor utama penurunan kecelakaan adalah kebijakan pembatasan operasional truk sumbu tiga di jalan tol selama libur Nataru.
“Dengan tidak beroperasinya truk sumbu tiga di jalan tol, peristiwa kecelakaan ikut menurun. Dari sisi fatalitas korban meninggal dunia, hasilnya cukup menggembirakan karena bisa ditekan hingga dua digit, yakni 27,12 persen,” kata Agus. (Asim)







