BERITABUANA.CO,WASHINGTON – Amerika Serikat dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mengerahkan cadangan militernya ke Ukraina. Langkah ini dinilai dapat memperkuat posisi Kyiv di medan perang melawan Rusia dan menekan Presiden Vladimir Putin agar kembali ke meja perundingan.
Duta Besar AS untuk NATO, Matthew Whitaker, menyebut negaranya memiliki kemampuan militer yang sejauh ini belum digunakan di Ukraina, namun bisa “mengubah kalkulasi” jalannya perang yang kini memasuki tahun keempat.
“Kami memiliki kemampuan yang menakutkan, kuat, dan bisa menimbulkan kerusakan serius di tempat dan waktu yang kami pilih,” ujar Whitaker dalam forum diskusi di Riga, Latvia, Kamis (9/10/2025) waktu setempat.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya tekanan di garis depan, terutama di wilayah timur Ukraina, di mana pasukan Rusia terus bergerak maju. Pemerintah Ukraina pun kembali meminta tambahan bantuan militer dari sekutunya.
Situasi kian genting setelah Presiden AS Donald Trump sempat membekukan bantuan militer langsung ke Ukraina pada awal tahun ini. Namun, beberapa sistem persenjataan AS seperti baterai pertahanan udara Patriot kini mulai dikirimkan ke Kyiv dengan pendanaan dari mitra Eropa.
Belakangan, perubahan sikap Trump terhadap Putin—yang dinilai gagal berkomitmen dalam proses perdamaian—menimbulkan harapan baru bagi Ukraina. Washington dikabarkan sedang mengkaji opsi untuk mengirimkan rudal jarak jauh Tomahawk ke Kyiv, meski Moskwa telah memperingatkan bahwa langkah tersebut akan memperburuk hubungan kedua negara.
Sementara itu, delegasi pejabat tinggi Ukraina dijadwalkan melakukan kunjungan ke Washington pada awal pekan depan untuk membahas kerja sama pertahanan dan dukungan baru dari AS. (Red)






