Trump dan Netanyahu Tiktok: AS Serang Kembali Iran, Sedang Israel Deal dengan Lebanon

by
Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Bejamin Netanyahu. (Foto: Instagram)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Percaya atau tidak, tidak menjadi masalah. Tapi faktanya, bahwa selama Presiden Amerika Serikat (AS), masih Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Bejamin Netanyahu, dunia tidak akan aman, dan perang di Timur Tengah, yakni AS bersama Israel melawan Iran, tidak akan pernah selesai.

AS sedang melakukan perdamaian dengan Iran, Israel terus melanggar perjanjian dengan menyerang Lebanon, dan saat ini Israel mulai berdamai dengan Lebanon, giliran AS melanggar kesepakatan gencatatan senjata dengan menyerang Iran, pas diumumkan gencatan senjata gagal bertahan.

Mengutip AA.com, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu (27/6/2026) pagi,  Iran menyatakan telah menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan sebagai balasan atas serangan udara yang dilakukan Washington di wilayah selatan Iran.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRGC menuduh Amerika Serikat melanggar komitmen yang berkaitan dengan gencatan senjata.

Menurut IRGC, militer AS melancarkan serangan udara terhadap wilayah pesisir Iran, sehingga memicu respons militer dari pasukan angkatan laut Garda Revolusi.

“Pasukan angkatan laut IRGC menargetkan posisi-posisi militer Amerika di seluruh kawasan sebagai tanggapan atas agresi yang dilakukan Amerika Serikat,” demikian isi pernyataan tersebut.

Sebelumnya, militer AS mengonfirmasi telah melancarkan operasi terhadap sejumlah sasaran militer Iran pada Jumat (26/6/2026). Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut serangan itu menyasar lokasi penyimpanan rudal dan pesawat nirawak (drone), serta fasilitas radar di wilayah pesisir Iran.

Menurut laporan CNN International yang mengutip seorang pejabat AS, operasi tersebut telah selesai dilakukan. Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan sebuah proyektil menghantam area di sekitar dermaga di Sirik, wilayah selatan Iran.

Serangan terbaru ini terjadi hanya beberapa waktu setelah hubungan kedua negara sempat menunjukkan tanda-tanda mereda melalui kesepakatan gencatan senjata. Namun, insiden serangan drone Iran terhadap sebuah kapal kargo di Selat Hormuz memicu aksi balasan dari Amerika Serikat dan kembali memperburuk situasi keamanan di kawasan.

Lebanon-Israel Deal

Di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, kawasan Timur Tengah juga mencatat perkembangan diplomatik lainnya. Israel dan Lebanon telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran antara militer Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Kesepakatan tersebut dipandang sebagai langkah awal menuju stabilitas, dengan ketentuan Hizbullah diharapkan melucuti persenjataannya dan Israel menarik pasukannya dari wilayah Lebanon. Namun, implementasi perjanjian tersebut masih menghadapi tantangan karena Hizbullah menyatakan tidak akan bekerja sama.

Eskalasi terbaru antara AS dan Iran menimbulkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah, terutama karena kedua negara kembali terlibat aksi saling serang di tengah situasi yang sebelumnya diharapkan menuju deeskalasi. (Kds)