BERITABUANA.CO, KUPANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT mendukung kaum disabilitas, untuk terus berprestasi, dengan
memberikan ruang untuk menunjukkan kemampuannya di dalam dunia olahraga.
Demikian disampaikan Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma saat membuka Turnamen Catur Tunanetra yang diselenggarakan oleh National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) NTT di Lippo Plaza Kupang.
Johni Asadoma dalam sambutannya menegaskan, bahwa akan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini, dan memberikan apresiasi kepada disabilitas, yang telah berjuang mengharumkan nama NTT di ajang olahraga di tingkat Nasional, Asia, maupun di tingkat Internasional.
“Kita akan sangat bangga apabila ada anggota NPCI NTT ini bisa berprestasi di tingkat nasional, Asia, dan internasional. Ini bukan sesuatu yang mudah tapi bisa, terbukti dari hasil yang sudah dicapai selama ini,” ucapnya.
Lebih lanjut, Jhoni Asadoma berpesan untuk terus mengasah kemampuannya di bidang olahraga yang digeluti, agar nantinya bisa meraih prestasi di ajang-ajang olahraga yang diikuti.
“Tiap manusia diberi talenta masing-masing, ada indra keenam dari rekan-rekan disabilitas ini. Ini harus terus diasah di berbagai bidang olahraga. Tidak ada yang mustahil. Dengan ketekunan, semangat, pasti bisa berprestasi,” jelasnya.
Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) NTT, Pratama Rizky Lodo mengatakan, turnamen ini merupakan langkah awal, yang luar biasa dan perlu diberi apresiasi.
“Saya yakin, turnamen ini akan melahirkan atlet profesional, yang akan ikut di turnamen olahraga selanjutnya,” tegas Rizky Lodo.
Kepada para peserta lomba, Rizky Lodo berharap untuk bertanding dengan jujur dan menjunjung tinggi sportifitas agar hasil yang didapatkan dari turnamen ini benar-benar maksimal.
“Yang namanya pertandingan, pasti ada kalah dan menang, oleh karena itu, saya sangat berharap harus junjung tinggi kejujuran dalam ikut pertandingan,” pintanya.
Senada dengan itu, Ketua NPCI NTT, Viktor Haning meminta agar rekan-rekan disabilitas harus menunjukkan kebolehan dan prestasinya.
“Jangan mau direndahkan dan harus tunjukkan prestasi. Tunjukan kalian bisa walau dalam keterbatasan,” ucapnya.
Kepada masyarakat dan keluarga di NTT, Viktor Haning meminta agar memperlakukan rekan-rekan disabilitas layaknya manusia normal pada umumnya.
“Tolong terima kaum difabel, jangan kucilkan kami. Untuk keluarga, jangan kurung dia, biarkan dia berekspresi dalam bidang yang positif,” tambah Viktor. (iir)







