BERITABUANA.CO, JAKARTA – Satgas mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dibentuk Presiden Prabowo akan segera menggelar rapat untuk membahas daerah-daerah yang terdampak PHK.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam pembukaan Kongres ke III Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Jakarta, Minggu (7/6/2026).
“Mungkin pekan depan ini, sudah saya dengar akan ada rapat dalam hal memitigasi PHK-PHK yang ada,” kata Dasco.
Dikatakan Dasco, situasi global saat ini berdampak pada kesejahteraan para pekerja hingga memicu terjadi PHK.
Melalui rapat tersebut, kata Dasco, pemerintah akan mendengarkan masukan-masukan dari asosiasi serikat pekerja, serta informasi terkini tentang sektor industri yang rawan PHK.
“Sesuai dengan masukan-masukan dari ketua-ketua serikat pekerja yang diberikan kepada pemerintah, mengenai titik-titik rawan yang sebentar lagi akan terkena dampak PHK,” sebutnya.
Sementara itu, mengenai persoalan hubungan industrial dan ketenagakerjaan, sambung Dasco, pemerintah telah melakukan upaya-upaya, salah satunya Desk Ketenagakerjaan yang dibentuk oleh Polri.
Menurutnya, Desk Ketenagakerjaan Polri bergerak di bidang pidana dan lainnya dengan respon cepatnya.
Kemudian, pemerintah pada 1 Mei 2026 membentuk Satgas Mitigasi PHK.
“Kalau mengenai masalah pidana dan lain-lain di desk tenaga kerja Polri mungkin bisa melakukan respon cepat.”
“Tetapi kemudian pemerintah telah merilis Satgas Mitigasi PHK dan kesejahteraan buruh yang juga anggota dewan pengarah nya adalah ketua-ketua serikat pekerja yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Melalui kerja sama yang baik antara semua pihak, kata Dasco, diharapkan persoalan ketenagakerjaan dapat ditangani dengan baik.
Dia juga memuji langkah Desk Ketenagakerjaan Polri yang telah banyak membantu menyelesaikan persoalan PHK.
“Kami harapkan kerja sama yang baik antara para pihak, dan selama ini kita tahu desk tenaga kerja kepolisian banyak membantu dalam mengalokasikan atau kemudian merelokasi daerah-daerah yang kemudian terdampak PHK,” sebutnya.
“Lalu kemudian mengisi tempat di mana daerah yang masih butuh tenaga kerja,”pungkasnya. (Jal)







