Legislator PDIP Dukung Komitmen Presiden RI Turunkan Biaya Haji 2026

by
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri (dok pribadi)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Abidin Fikri, S.H., M.H., yang juga politisi PDI Perjuangan, menyambut antusias pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang belum puas dengan penurunan biaya haji sebesar Rp 4 juta pada tahun ini yang disampaikan pada peresmian terminal khusus haji dan umrah di Terminal 2F, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, pada Minggu, 4 Mei 2025.

Saat itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmennya untuk menurunkan biaya haji lebih lanjut di tahun 2026. Dalam hal ini, Abidin menilai komitmen tersebut mencerminkan perhatian besar pemerintah terhadap kesulitan ekonomi rakyat dan umat Islam di Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi semangat Bapak Presiden Prabowo yang ingin memastikan biaya haji semakin terjangkau. Penurunan biaya sebesar Rp 4 juta sudah menjadi langkah positif, namun dorongan untuk menekan biaya lebih jauh adalah wujud nyata kepedulian terhadap jemaah haji, terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah,” ujar Abidin melalui keterangan resminya, Senin (5/5/2025)

Abidin menegaskan bahwa Komisi VIII DPR RI akan mendukung penuh upaya pemerintah dengan mengawal pengelolaan dana haji yang transparan dan efisien. Ia juga mendorong Kementerian Agama dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk terus berinovasi dalam optimalisasi anggaran, tanpa mengorbankan kualitas pelayanan ibadah haji.

“Komisi VIII akan memastikan bahwa kebijakan penurunan biaya haji ini berjalan efektif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami juga mengajak semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama agar target ini tercapai,” tambahnya.

Abidin optimistis, dengan komitmen kuat dari Presiden Prabowo, biaya haji yang lebih rendah akan memungkinkan lebih banyak masyarakat menunaikan ibadah haji dengan tenang dan nyaman, sekaligus mengurangi panjangnya antrean jemaah.

Menurut Abidin ke depan harus ada prioritas untuk kuota jemaah haji lanjut usia, mengingat antrean atau masa tunggu yang semakin panjang.

“Kuota jemaah haji ke depan harus diprioritaskan untuk calon jemaah haji lanjut usia, semisal calon jemaah haji di atas 65 tahun kuota jemaah hajinya harus lebih banyak.” ujar Abidin. (Asim)