ASDP Miliki 420 Srikandi Tangguh Dari 4.696 Karyawan Pengelola Penyeberangan

by
Srikandi ASDP Shelvy Arifin, yang juga selaku Corporate Secretary (CS), mendampingi Dirut ASDP Heru Widodo, saat memantau arus mudik lebaran 2025. (Ist)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Dari total 4.696 karyawan ASDP yang tersebar diberbagai pelabuhan penyeberangan termasuk kantor pusat, sebanyak 420 di antaranya atau sekitar 8,9% merupakan perempuan. Menariknya, sebanyak 13,2% posisi strategis di top management justru diisi oleh para Srikandi.

“Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi dan kapabilitas mereka mendapat pengakuan tinggi di lingkungan perusahaan. Para Srikandi BUMN ini tak hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi sebagai penggerak utama dalam pengambilan keputusan, manajemen operasional, dan transformasi layanan perusahaan,” tandas Shelvy Arifin selaku Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry (Persero) kepada beritabuana.co di Jakarta, Senin (5/5/2025).

Shelvy menyebutkan, dibalik kokohnya operasional penyeberangan nasional, kehadiran sosok-sosok perempuan tangguh telah memainkan peran strategis dalam menjaga roda bisnis PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tetap melaju. “Para Srikandi BUMN ini tak hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi sebagai penggerak utama dalam pengambilan keputusan, manajemen operasional, dan transformasi layanan perusahaan,” ujarnya.

Menurutnya, kontribusi perempuan di tubuh ASDP kian nyata dengan kehadiran mereka di level strategis BoD-1 dan BoD-2, yang mencakup posisi Senior General Manager General Manager, Vice President hingga Manager.

“Para Srikandi ini tidak hanya menunjukkan kepemimpinan yang tangguh dalam mengelola operasional pelabuhan, teknologi informasi, SDM, keuangan, hingga layanan pelanggan, tetapi juga berperan aktif dalam menyusun kebijakan strategis perusahaan,” terang Shelvy sembari menambahkan, keberadaan mereka mempertegas bahwa kepemimpinan perempuan mampu menghadirkan keseimbangan antara ketegasan dan empati, antara inovasi dan keberlanjutan dalam proses pengambilan keputusan.

“Kontribusi para Srikandi ASDP tidak bisa dianggap remeh. Mereka adalah garda depan yang membawa perspektif baru, inovasi, serta ketangguhan dalam dinamika industri penyeberangan,” paparnya.

Shelvy menegaskan, keberadaan perempuan di berbagai lini operasional, mulai dari manajemen pelabuhan hingga ruang rapat direksi, memperkuat fondasi perusahaan dalam menciptakan layanan yang inklusif, adaptif, dan unggul.

“ASDP percaya bahwa keberagaman gender bukan hanya soal keadilan, tetapi juga tentang strategi bisnis. Ketika perempuan diberi ruang untuk berkontribusi, hasilnya adalah kualitas kerja yang lebih kolaboratif, berorientasi solusi, dan humanis,” umbuhnya.

Dikatakan, komitmen ASDP untuk menciptakan ekosistem kerja yang setara terus diwujudkan melalui berbagai program pengembangan SDM dan pembukaan akses kepemimpinan yang merata bagi seluruh talenta terbaik, tanpa memandang gender.

Tahun lalu, ungkap Shelvy, ASDP berhasil meraih pengakuan sebagai tempat kerja inklusif dengan memperoleh sertifikasi Great Place to Work dari Great Place to Work Institute pada 19 Juli 2024. Survei internal menunjukkan 92% karyawan ASDP merasa dihargai di lingkungan kerja. Penghargaan ini mencerminkan kesuksesan perusahaan dalam menciptakan suasana kerja yang Harmonis, Loyal, dan Kolaboratif.

“Kami ingin membangun ASDP sebagai perusahaan yang tidak hanya unggul dalam layanan, tetapi juga progresif dalam budaya kerja. Para Srikandi ini adalah inspirasi bagi kita semua—bahwa kesetaraan menciptakan kekuatan. Dengan sinergi semua insan ASDP, kami yakin dapat membawa layanan transportasi penyeberangan Indonesia menuju masa depan yang lebih berdaya saing,” pungkas Shelvy menandaskan. (Yus)