BERITABUANA.CO, JAKARTA – PT PELNI (Persero) menggandeng PT Skyreach, sebagai penyedia layanan telekomunikasi berbasis satelit di Indonesia untuk pengadaan Sistem Komunikasi Kapal (SisKomKap) bagi 26 kapal milik perseroan.
Opik Taupik, Pjs. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero), Kamis (10/2/2022) mengungkapkan dalam pertemuan resmi kick off meeting antara jajaran direksi PT Skyreach dengan jajaran direksi PT PELNI (Persero) secara daring memaparkan beragam fasilitas yang dimiliki PT Skyreach, antara lain infrastruktur yang dimiliki dan dioperasikan sendiri, layanan pelanggan 24/7, teknologi terbaru, kecepatan dan ketepatan kerja, dan tim kerja yang ahli dibidangnya.
“Layanan VSAT maritim yang kami sediakan untuk PT PELNI meliputi koneksi VSAT Ku-Band dengan menggunakan 4 buah satelit melalui stasiun bumi Skyreach yang ada di Cikarang – Jawa Barat, beserta diversity (backup) melalui stasiun bumi Skryeach di Jakarta. Kehandalan ditingkatkan dengan kelengkapan koneksi backup menggunakan perangkat Thuraya Orion IP dan MarineStar melalui satelit ke-5, Thuraya,” jelas Rudy Haryoto selaku CEO PT Skyreach dalam tersebut.
Menurutnya, dengan menggunakan aplikasi Sailink Navigator Plus dan Sailink Mobile Apps, manajemen PELNI dapat memantau aktivitas dan operasional serta berkomunikasi dengan kru di kapal setiap saat. “Kami juga menyediakan konvergensi teknologi untuk PELNI yang akan membawa PELNI siap berkompetisi dalam Revolusi Industri 4.0,” tutur Rudy.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Direktur Utama PT PELNI, Ony Suprihartono menegaskan pentingnya sinergi untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik, yaitu keamanan, aksesibilitas tinggi yang terpadu, teratur, lancar, cepat, tertib dan nyaman.
“Hadirnya SisKomKap pada seluruh kapal PELNI ini juga semakin mendukung penerapan digitalisasi di lingkungan PELNI sebagai bagian dari peningkatan pelayanan operasional kapal, dimana pada tahun 2021 Perusahaan telah mengangkut sebanyak 2.284.080 penumpang,” tukas Ony.
Dikatakan, kerjasama ini diharapkan mampu melayani kebutuhan internal perusahaan terhadap jaringan komunikasi dan monitoring kapal sehingga dapat memenuhi visi PELNI menjadi perusahaan pelayaran dan logistik maritim terbaik di Asia Tenggara,” jelas Ony.
Sebagai informasi, tambah Ony, SisKomKap telah diimplementasikan di kapal PELNI sejak tahun 2016. SisKomKap di atas kapal tersebut diperlukan untuk mendukung dan memenuhi kebutuhan komunikasi yang menghubungkan segala aktivitas dan proses bisnis di Kantor Pusat ke atas kapal dengan bandwidth uplink sebesar 2.048 kbps dan downlink 4.096 kbps.
“Hal ini diperlukan untuk mempermudah dan mempercepat proses koordinasi dan pelayanan dengan seluruh kru kapal PELNI secara realtime,” tandas Ony, seraya menyebutkan PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 76 pelabuhan serta melayani 1.058 ruas.
Selain angkutan penumpang, imbuhnya, PELNI juga melayani 44 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah 3TP di mana kapal perintis menyinggahi 285 pelabuhan dengan 3.695 ruas. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 16 kapal Rede. Sedangkan pada pelayanan bisnis logistik, kini PELNI mengoperasikan 10 trayek tol laut serta 1 trayek khusus untuk angkutan ternak. (Yus)







