BERITABUANA.CO, JAKARTA – Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritisi gaya oposisi partai politik (Parpol), di luar pemerintahan yang duduk di Parlemen. Menurutnya, mereka (parpol oposisi), tidak menjalankan fungsinya secara baik dalam mengawasi jalannya pemerintahan.
“Padahal fungsi pengawasan ini sangat dibutuhkan. Karena apa? Kita sebagai rakyat dan pembayar pajak harus melihat bukti nyata bahwa mereka mengawasi,” cetus Fahri Hamzah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/11/2021).
Fahri yang kini menjabat Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia ini justru melihat parpol oposisi ini hanya melakukan pencitraan semata, mulai dari memotong gaji para anggota fraksinya, sampai bagi-bagi bantuan sosial (bansos). Padahal itu bukan tugas parpol oposisi, melainkan tugas eksekutif.
“Tugas utama dari lembaga legislatif (DPR dan DPD), adalah betul-betul melakukan pengecekan secara detail pada aspek aturan, aspek anggaran, dan hal-hal lain yang berbasis kepada regulasi dan administrasi keuangan,” sebutnya.
Karena itu, Fahri menekankan, bahwa fungsi ini (pengawasan) oleh Parpol oposisi di Parlemen sangat penting dan tidak boleh dianggap remeh. Partai Gelora sebagai partai baru yang belum punya instrumen untuk mengawasi pemerintah wajib mengingatkan semua Parp yang punya kursi di parlemen untuk bekerja sungguh-sungguh dalam situasi krisis seperti ini.
“Jangan main-main dan jangan anggap remeh tugas pengawasan sebab tanpa pengawasan yang baik, jalannya pemerintahan bisa membahayakan keselamatan bangsa dan negara serta rakyat Indonesia,” kata dia.
Diingatkan Fahri kembali, bahwa politik Indonesia menganut sistem presidensial, dimana dalam sistem ini oposisi bukanlah wilayah Parpol. Sebaliknya, tanggung jawab dan tugas oposisi sepenuhnya dipegang Parlemen, dalam hal ini DPR dan DPD.
”Coba baca seluruh dokumen Undang-Undang yang menyusun kelembagaan negara, semua anggota legislatif memiliki tugas yang sama, yakni pengawasan!” tutup politisi asal Nusa Temggara Barat (NTB) ini. (Asim)







