Penyidikan Korupsi PT. Askrindo Mulai Terfokus pada Aliran Komisi ke Direksi

by

BERITABUANA. CO. JAKARTA – Tim Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) kini tengah mengintensifkan penyidikan kasus dugaan korupsi PT. Askrindo, yang makin mengerucut pada aliran dana dan komisi ke para Direksi.

Hal ini terungkap pada pemeriksaan terhadap AS selaku Kepala Seksi Produksi PG. Askrindo Mitra Utama (AMU), anak usaha PT. Askrindo.

“Tim penyidik menanyakan soal alirana dana,  komisi ke Direksi Askrindo,” kata Kapuspenkum Leonard Simanjuntak, di Jakarta, Rabu (23/6/2021).

Hanya saja Leo tidak menjelaskan kapan perbuatan itu dilakukan hingga berapa jumlahnya dan kepada siapa dana diberikan.

Dalam keterangannya,  Kapuspenkum hanya mengatakan AZ diperiksa soal produk-produk Asuransi Askrindo 2016 – 2020.

Sejak diterbitkan Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) dua pekan lalu,  belum diketahui siapa saja yang bakal dicegah ke luar negeri sekaligus menjadi calon tersangka.

Leo hanya menambahkan, tim penyidik juga memeriksa AH (Supervisor Pemasaran PT. AMU) terkait pemasaran produk asuransi Askrindo pada PT. AMU.

Belum diketahui, apakah penyidikan juga bakal menyasar manajer investasi, seperti kasus Askrindo, 2011.

Sejak disidik,  Pejabat Askrindo dan PT. AMU terus diacak-acak. Bisa jadi,  praktik terus berulang setelah kasus pertama pada Askrindo, 2011 dan disidik Polda Metro Jaya.

Sebelumnya,tim penyidik juga telah memeriksa dua Pejabat PT. AMU,  terdiri WW (Direktur Pemasaran Periode Tahun 2015- 2019 dan PIS (Kadiv Keuangan,  SDM dan Pajak Periode 2019 – 2021). Termasuk memeriksa Kepala Satuan Audit Internal (SAI) PT. Askrindo, Aang Prabowo.

“Kedua orang itu diperiksa terkait keuangan, pendapatan komisi dan pengeluaran biaya komisi PT. AMU,” kata Leo menandaskan.

Jauh sebelumnya,  induk PT. AMU,  yakni PT. Askrindo terjerambab kasus korupsi hingga merugikan negara sebesar Rp439 miliar. Akibatnya,  Direksi Askrindo ZL dicopot.

Dari temuan Bapepam-LK kerugian sebesar itu terjadi, karena kesembronoan dalam berinvestasi. Askrindo menggandeng  PT Harvestindo Asset Management, PT Jakarta Investment, PT Reliance Asset Management, PT Batavia Prosperindo Financial Services, dan PT Jakarta Securities dalam berinvestasi

Sejumlah Direksi PT. Askrindo dan Manajer Investasi dijadikan tersangka. Markus Suryawan,  Direktur PT. Jakarta Investment yang telah berstatus terpidana dan buron ditangkap,  Rabu (17/2) silam.

Dan sebelumnya,  Minggu (7/2/) lalu, Ervan Fajar Mandala, Dirut PT. Reliance Asset Management juga berhasil ditangkap. Dia merupakan terpidana kasus Askrindo yang berstatus buronan. Oisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *