Sampaikan Surat Dukungan Partai, Fahri Hamzah Kasih Wejangan ke Bobby-Aulia

by
Waketum DPN Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah bersama pasangan Bobby-Aulia.

BERITABUANA.CO, MEDAN – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mendeklarasikan diri mendukung pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Muhammad Bobby Afif Nasution-H Aulia Rachaman di Hotel Grand Aston Medan, Jumat malam, 25 September 2020. Fahri Hamzah selaku Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora menyampaikan langsung surat dukungan partainya kepada menantu Presiden Joko Widodo (Jollwi) itu.

Kesempatan itu, mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 ini mengatakan, Bobby-Aulia sosok kaum muda kolaborator, yang dinilai layak memimpin Kota Medan. Karena Bobby -Aulia adalah kolaborator untuk Kota Medan, kolaborasi mereka berdua dan kolaborasi Partai Gelora dengan partai-partai pendukung lainnya akan memenangkan pasangan ini di Pilkada Medan.

“Saya tidak sempat belajar tentang dinamika di Kota Medan dan juga khususnya kiprah daripada Mas Bobby dan Bang Aulia. Tapi begitu saya melihat pidatonya tadi, menurut saya ini kolaborasi sempurna,” ujar Fahri.

Ia menambahkan, perjodohan dalam bidang politik adalah suatu hal yang cukup penting. Sebab, lanjut dia, perjodohan pasangan calon akan mempengaruhi gerak langkah ke depannya.

“Supaya juga orang dalam pilkada ini, perjodohannya itu nggak apa namanya itu, ‘kawin paksa’. Pasangan Bobby-Aulia sudah sangat pas dan cocok dari segala sisi,” sambung Fahri.

Menanggapi isi pidato calon wakil wali kota Aulia Rahman, Fahri menyebut pendamping Bobby itu mampu menggaet masyarakat luas untuk bersatu. Apresiasi Fahri tersebut didasarkan dengan gestur dan cara bicara Aulia yang mampu menjelaskan kepada semua pihak untuk terus menjaga persatuan.

“Saya menangkap apa yang dimaknakan Bang Aulia, dan saya meyakini dari gestur dan cara beliau berbicara, beliau akan sanggup untuk menjelaskan kepada semua kekuatan,” imbuhnya lagi.

Fahri kemudian mengkaitkan wejangannya dengan bangsa Melayu yang menurutnya menjadi akar bahasa dan budaya Indonesia.

“Saya yakin dan sangat menyenangi tadi yang dijadikan pilihan kolaborasi, jantung dari demokrasi kita adalah kolaborasi, setiap orang harus dalam hak masing-masing,” ucap Fahri.

Oleh karenanya, ia berharap kepada pemimpin Medan kelak bisa mencerahkan seluruh anak bangsa bahwa wilayah ini harus menjadi kota yang wajib dikunjungi.

“Kolaborasi itu, bapak-bapak sekalian, tidak memerlukan orang yang datang dengan simbol relatif, yang hanya bisa bicara tapi dia tidak bisa merakit kekuatan yang ada. Kolaborasi itu adalah kosakata zaman sekarang, zaman yang nafas dan jiwanya adalah demokrasi,” tukasnya. (Mdn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *