Wabah COVID-19 Bukan Isu Partisan, Fahri Hamzah Minta Jangan Dipolitisir

by
Waketum DPN Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah. (Foto: Istimewa)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah menegaskan bahwa wabah virus corona atau COVID-19 yang sudah masuk ke Indonesia ini, bukan isu partisan. Karena itu, dirinya meminta agar sikap partisan dalam memerangi COVID-19 itu harus dikurangi.

“Ini bukan soal Anies Baswedan Vs Ganjar Pranowo atau Ridwan Kamil. Apalagi Jokowi yang tak akan bertarung lagi. Ini soal mobilisasi nasional untuk punya satu sikap dan bersatu menghadapi semua perkembangan,” tegas Fahri dihubungi wartawan, Selasa (17/3/2020).

Mantan Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) periode 2014-2019 ini pun mengingatkan untuk semua pihak untuk jangan bertarung dalam isu virus corona ini. Apalagi, pemilu masih jauh.

“Sekarang, yang ada di depan mata kita hanya punya 1 tujuan yaitu keselamatan rakyat. Jadi lupakan hal-hal lain yang nggak jelas. Fokus pada keselamatan rakyat. Bangsa kita dalam bahaya besar oleh ketidaktahuan kita tentang skala persoalan,” tuturnya.

Fahri yakin pemerintahan Presiden Jokowi pasti bisa menemukan cara untuk bersatu, tentunya asalkan semuanya dewasa. Selain itu, jangan mau dibohongin oleh mereka yang terbiasa ABS (asal bapak senang), sehingga publik merasa dibohongi oleh pemerintah.

“Pemerintah, terbukalah dan diatas itu kita bangun kebersamaan.
Kita pasti bisa bersatu di atas kejujuran. Pasti. Negara-negara besar dan lebih kuat dari kita telah mengumumkan ‘Darurat Nasional’ terkait COVID-19 ini,” kata dia lagi.

Bahkan, menurut penilaian dia, Amerika yang negara liberal itu mengeluarkan trilyunan dolar untuk memastikan rakyatnya tidak punya halangan untuk melakukan tes dan pemeriksaan serta perawatan.

“Bersyukur kita punya negara kepulauan. 17.000 pulau kita dan artinya ada ribuan pulau dan perbatasan yang menghambat penyebaran virus ini. Dorong otonomi yang telah ada dan beri subsidi dan bantuan agar kewaspadaan ini dapat dilaksanakan secara cepat dan tepat di bawah,” ajak Fahri Hamzah.

“Kita pasti bisa. Meski saya sendiri ingin mengatakan banyak pejabat yang undercapacity. Saya gak mau sebut nama tapi kalau memang kelihatan kurang mampu sebaiknya sadar dan mohon bantuan kepada yang lebih sanggup. Kerja ini perlu presisi. Tapi juga kerendahan hati,” tutupnya. (Kds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *