BERITABUANA.CO, MADINAH – Castle Farms, salah satu produsen kurma Ajwa terbesar di Madinah, Arab Saudi, mengekspor lebih dari 500 ton kurma Ajwa setiap tahunnya ke berbagai belahan dunia. Setidaknya ada 25 negara di tiga benua yang menjadi komoditas ekspor kurma tersebut.
Ketiga benua tersebut diantaranya Asia, Afrika, Amerika Utara. Asia, pasar terbesarnya ada di Indonrsia. Sementara di Amerika Utara ada Amerika Serikat dan Kanada.
Strategic Director Castle Farms, Dr. Abdulmoizz Shakeel, mengatakan perusahaannya memiliki pengalaman bertani selama tiga generasi dan fokus menghasilkan kurma Ajwa berkualitas tinggi. Selain Ajwa, Castle Farms juga mengekspor berbagai jenis kurma lain seperti Sukkari, Majdool, Anbara, dan Sugai.
“Alhamdulillah, kami mengekspor ke sekitar 25 negara. Kami mengekspor lebih dari 500 ton Ajwa, di luar varietas kurma lainnya. Salah satu pasar terbesar kami adalah Indonesia,” kata Abdulmoizz saat memberikan keterangan kepada Tim MCH 2026 di perkebunan Castle Farms, Madinah, Jumat (12/6/2026).
Abdulmoizz menjelaskan, perkebunan yang dikunjungi ini memiliki luas sekitar 60 ribu meter persegi dan didominasi tanaman kurma Ajwa. Saat ini buah kurma masih berada pada fase awal pertumbuhan sehingga belum siap dipanen.
“Insyaallah dalam beberapa bulan lagi kurma Ajwa ini siap dipanen. Setelah dipanen, kurma dibawa ke pabrik untuk dibersihkan, dipoles, lalu disortir menggunakan mesin berbasis kecerdasan buatan atau AI,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses penyortiran dilakukan secara otomatis berdasarkan tingkat kelembapan, berat, ukuran, dan warna buah. Setelah melalui proses grading, kurma disimpan sesuai standar yang ditetapkan Saudi Food and Drug Authority (SFDA) sebelum dikemas dan dikirim ke negara tujuan.
Selain mengandalkan teknologi modern, lanjutnya, Castle Farms juga menerapkan pemeriksaan manual untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga. Menurutnya, pengawasan manusia tetap diperlukan setelah proses penyortiran mesin selesai dilakukan.
“Mesin bekerja lebih dulu, kemudian ada pemeriksaan oleh manusia untuk memastikan tidak ada yang terlewat. Setelah itu kurma dikemas, sebagian besar secara otomatis, lalu disimpan dan dikirim ke berbagai negara tujuan,” jelasnya.
Abdulmoizz juga menjelaskan bahwa pohon kurma Ajwa hanya dipanen satu kali dalam setahun. Pohon mulai berproduksi pada usia empat hingga lima tahun dan dapat menghasilkan buah hingga usia sekitar 35 sampai 40 tahun apabila dirawat dengan baik.
“Pohon kurma membutuhkan perawatan yang intensif. Ketersediaan air harus optimal, pemangkasan harus rutin dilakukan, dan seluruh proses perawatannya memerlukan pengalaman yang panjang. Alhamdulillah kami memiliki pengalaman bertani selama tiga generasi untuk menjaga kualitas produksi,” tutupnya. (Fadloli/MCH 2026)






