Legislator Dorong Suahasil Perkuat Kepercayaan Pasar dan Sistem Penerimaan Negara

by
Anggota Komisi XI DPR RI Wihadi Wijanto. (foto : jim)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pergantian Menteri Keuangan dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan pasar sekaligus membenahi sistem penerimaan negara yang menjadi penopang utama APBN. Anggota Komisi XI DPR RI Wihadi Wijanto berharap Suahasil Nazara yang menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa mampu menjaga stabilitas sistem keuangan nasional dan meningkatkan kinerja penerimaan negara.

Wihadi menyambut positif pelantikan Suahasil sebagai Menteri Keuangan. Ia menilai Suahasil bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan sehingga memiliki bekal pengalaman untuk menghadapi berbagai tantangan sektor keuangan dan perekonomian nasional.

“Pertama-tama saya mengucapkan selamat kepada Pak Suahasil, Wakil Menteri Keuangan yang menggantikan Pak Purbaya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Purbaya yang sudah menjadi Menteri Keuangan selama ini,” ujar Wihadi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/9/2026).

Menurut Wihadi, pengalaman Suahasil di Badan Kebijakan Fiskal (BKF) sebelum menjabat Wakil Menteri Keuangan menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan. Pengalaman tersebut dinilai membuat Suahasil memahami dinamika serta persoalan yang dihadapi sektor keuangan dan perekonomian nasional.

“Kita percaya bahwa Pak Suahasil seorang ekonom yang mampu mengatasi situasi yang saat ini,” ujar politikus Fraksi Partai Gerindra itu.

Wihadi berharap Suahasil mampu menciptakan sistem keuangan yang lebih kuat dan sehat, sekaligus menjaga sentimen positif di pasar. Menurutnya, kepercayaan pelaku pasar menjadi salah satu faktor penting untuk menopang stabilitas serta pertumbuhan ekonomi nasional.

“Yang kita harapkan tentunya Pak Suahasil bisa menciptakan iklim sistem keuangan yang lebih baik dan meningkatkan kepercayaan pasar,” kata Wihadi.

Di sisi lain, Wihadi mengingatkan sejumlah pekerjaan rumah yang perlu segera menjadi perhatian Menteri Keuangan baru, terutama terkait penguatan sistem penerimaan negara.

Ia menilai sektor perpajakan serta bea dan cukai memegang peran strategis karena menjadi sumber utama penerimaan yang menopang APBN. Karena itu, pembenahan di kedua sektor tersebut harus menjadi salah satu prioritas.

“Saya kira masalah bea cukai dan pajak adalah kunci daripada APBN kita karena itu adalah penerimaan,” tegasnya.

Wihadi mendorong Suahasil memperkuat sistem penerimaan negara sekaligus membenahi berbagai persoalan yang masih terjadi di lingkungan Kementerian Keuangan. Menurutnya, sistem penerimaan yang kuat diperlukan agar APBN memiliki fondasi pembiayaan yang lebih kokoh.

“Bagaimana melakukan penanganan terhadap sistem penerimaan kita yang memang harus kita kunci dari APBN, itu yang kita harapkan Pak Suahasil mampu,” pungkas Wihadi. (jim)