Legislator Minta Maskapai dan Bandara Perkuat Pelayanan Saat Bencana

by
Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh. (Foto: Jim)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh meminta maskapai penerbangan dan pengelola bandara, khususnya BUMN seperti Garuda Indonesia dan Pelita Air, memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang di tengah kondisi bencana.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada penundaan dan pembatalan penerbangan hingga memicu penumpukan penumpang di sejumlah bandara.

Rahmat meminta pengelola bandara mengantisipasi kondisi psikologis penumpang yang terdampak kepadatan dan penumpukan. Menurutnya, situasi tersebut perlu ditangani dengan perlakuan khusus agar tidak memicu persoalan baru di tengah kondisi bencana.

“Kita minta pengelola bandara itu memastikan agar situasi kondisi emosi yang kurang stabil dari para pelanggan akibat kepadatan, kemudian terjadi penumpukan, ini diharapkan ada perlakuan-perlakuan khusus termasuk antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Rahmat dalam keterangan persnya, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, BUMN di sektor penerbangan, baik maskapai maupun pengelola bandara, harus tetap mengedepankan profesionalisme dan kenyamanan masyarakat, termasuk ketika terjadi gangguan operasional akibat bencana.

“Ini harus bertindak profesional, kemudian memberikan kenyamanan dan memberikan perhatian sepenuhnya kepada masyarakat agar kondisi dalam suasana bencana ini tidak menimbulkan kegaduhan-kegaduhan, terutama di bandara-bandara yang ada,” tegasnya.

Sejak 6 September 2026, gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau disebut telah menyebabkan penundaan dan pembatalan sebanyak 1.941 penerbangan. Kondisi tersebut berdampak pada penumpukan sekitar 341.000 penumpang di sejumlah bandara.

Rahmat menekankan, kondisi bencana yang berdampak pada penerbangan membutuhkan respons cepat dari seluruh pengelola transportasi udara. Pelayanan dan perhatian kepada penumpang perlu diperkuat agar kepadatan di bandara tidak berkembang menjadi persoalan lain. (jim)