BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pemerintah dan aparat penegak hukum dinilai tidak akan mampu memutus mata rantai korupsi, apabila strategi pemberantasannya hanya berpusat pada penindakan terhadap pelaku. Persoalan yang lebih mendasar, menurut Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah, justru terletak pada sistem yang membuka ruang penyalahgunaan kekuasaan dan terus melahirkan praktik korupsi baru.
Pandangan tersebut disampaikan Fahri dalam diskusi bertajuk “Bongkar Anatomi Korupsi” yang digelar Pusat Pengembangan Wawasan DPP Partai Gelora Indonesia dan disiarkan melalui GELORA TV, Jumat (31/7/2026).
Menurut Fahri, yang juga menjabat Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), pemberantasan korupsi selama ini cenderung berhenti pada penangkapan individu tanpa diikuti pembenahan terhadap akar persoalan yang membuat praktik korupsi terus berulang.
“Korupsi di Indonesia itu bukan cuma soal oknum yang nakal, tapi soal sistem yang merusak manusia. Kalau kita cuma sibuk nangkepin orang tanpa membedah dan membenahi anatomi penyakitnya, sampai kiamat pun korupsi tidak akan pernah selesai di negeri ini,” katanya.
Ia menilai pendekatan hukum yang hanya berorientasi pada penindakan ibarat mengobati gejala penyakit, tanpa menyentuh penyebab utamanya. Selama regulasi, tata kelola pemerintahan, mekanisme pengawasan, hingga sistem birokrasi masih menyisakan celah penyalahgunaan wewenang, maka pelaku korupsi baru akan terus bermunculan.
Fahri berpendapat sistem yang lemah dapat menggerus integritas siapa pun yang berada di dalamnya. Karena itu, reformasi kelembagaan dan perbaikan tata kelola harus menjadi prioritas yang berjalan beriringan dengan penegakan hukum.
Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu juga mendorong adanya upaya membedah “anatomi korupsi” secara menyeluruh untuk mengidentifikasi titik-titik lemah dalam sistem pemerintahan. Hasil identifikasi tersebut, menurut Fahri, harus diterjemahkan menjadi reformasi yang berkelanjutan agar pencegahan korupsi tidak hanya bergantung pada operasi penindakan. (Ery)







