Timnas Iran Diperlakukan Tidak Manusiawi oleh Tuan Rumah AS di Piala Dunia 2026

by
Timnas Iran. (Ilustrasi/Foto: Facebook)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Apa yang diragukan publik selama ini terkait perlakuan tidak semena-mena Timnas Iran yang ikut gelaran Piala Dunia 2026, di Amerika Serikat (AS), menjadi kenyataan.

Pelatih Timnas Iran Amir Ghalenoei buka suara, mendesak FIFA tidak membiarkan Amerika Serikat (AS) selaku tuan rumah Piala Dunia 2026 berlaku semena-mena.

Ghalenoei menyampaikan kekesalannya itu, karena timnya mendapat perlakuan kurang nyaman sepanjang Piala Dunia 2026. Salah satunya Iran tidak diterima berada di wilayah AS.

“Tuan rumah Amerika Serikat tidak memperlakukan kami dengan baik,” kata Ghalenoei, seperti dilansir dari Al Jazeera.

“Saya mendesak FIFA tidak membiarkan tuan rumah memperlakukan tim dan pemain dengan cara yang sama di masa mendatang. Saya berharap Infantino benar-benar menindak perilaku seperti itu,” tandanya.

Masih menurut Ghalenoei, sebelum Piala Dunia 2026, Iran ditetapkan FIFA bermarkas di Tucson, Arizona, AS. Namun pihak AS meminta kepada FIFA untuk memindahkan The Melli ke wilayah Tijuana, Meksiko

Karena pemindahan ini Iran mengalami kendala logistik dalam tiga pertandingan Piala Dunia 2026. Apalagi Iran tidak diperkenankan menginap di AS sebelum dan setelah pertandingan.

Rombongan Iran berangkat ke AS dari Meksiko pada hari pertandingan dan langsung kembali ke Meksiko begitu selesai laga. Tidak ada tim yang mengalami hal seburuk Iran dalam sejarah Piala Dunia.

Harapan Iran untuk bisa mengenakan pita hitam saat melawan Mesir, yang bertepatan dengan hari Asyura, juga tak diperkenankan. Malahan ada perayaan hari LGBT di hari pertandingan.

Memang tidak ada selebrasi khusus di dalam stadion terkait PrideFest yang terafiliasi dengan kelompok LGBTQ. Namun ada parade di luar stadion tempat laga Iran versus Mesir.

Pertandingan Iran versus Mesir berakhir imbang. Karena hasil ini Iran tidak lolos ke babak 32 besar, karena kalah jumlah selisih gol dengan tim lainnya di posisi peringkat ketiga terbaik.

“Apa yang dilakukan para pemain muda ini, harus tercatat dalam sejarah karena negara tuan rumah memperlakukan kami dengan sangat tidak adil,” kata Ghalenoei.

Perilaku mereka terhadap Iran, kata Ghalenoei, sungguh mengerikan, dan kami berharap dunia menyadari hal itu. Terlepas dari semua masalah ini, Orang tetap mampu tampil baik, dan dunia bangga dengan rakyat Iran. (Kds)