Pimpin Misi Amirul Hajj 2026: Menhaj RI Pastikan Layanan Jemaah Berjalan Baik, Terutama Pada Puncak Haji

by
Menhaj RI, KH. Mochammad Irfan Yusuf . FOTO: ISTIMEWA

BERITABUANA.CO, JAKARTA- Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, KH. Mochammad Irfan Yusuf, bertolak menuju Arab Saudi untuk memimpin misi Amirul Hajj 1447 H/2026 M.

Menhaj RI berangkat ke Jeddah, Arab Saudi Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menggunakan maskapai Garuda Indonesia GA-980, Selasa (19/5/2026) pukul 11.45 WIB.

Keberangkatan ini menjadi bagian dari penguatan pengawasan langsung pemerintah terhadap penyelenggaraan ibadah haji Indonesia di Arab Saudi, khususnya menjelang fase puncak haji.

“Keberangkatan Amirul Hajj ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh layanan bagi jemaah berjalan baik, terutama menjelang fase puncak haji. Fokus kami adalah keselamatan, kenyamanan, dan kekhusyukan ibadah jemaah Indonesia,” ujar Menhaj.

Menhaj menyampaikan, hingga saat ini sebanyak 92,7 persen jemaah haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi. Ia menegaskan, seluruh layanan mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, pembinaan ibadah, hingga pelindungan jemaah terus dipantau dan dikawal secara intensif.

“Alhamdulillah, 92,7 persen jemaah haji Indonesia sudah tiba di Arab Saudi. Kami terus memastikan seluruh layanan berjalan sesuai standar dan petugas hadir mendampingi jemaah di setiap titik layanan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menhaj juga menyampaikan bahwa terdapat 345 jemaah yang tidak dapat diberangkatkan karena dinyatakan tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan saat berada di embarkasi. Menurutnya, hal ini menjadi perhatian bersama agar ke depan kesiapan kesehatan jemaah benar-benar menjadi prioritas sejak awal.

“Tahun ini ada 345 jemaah yang gagal berangkat karena tidak istithaah saat di embarkasi. Kami tentu memahami ini bukan kondisi yang mudah bagi jemaah dan keluarga. Karena itu, kami mohon untuk tahun depan seluruh calon jemaah lebih memprioritaskan istithaah, terutama kesiapan kesehatan, sejak jauh hari sebelum keberangkatan,” ucap Menhaj.

Prinsip Istithaah

Menhaj menegaskan, prinsip istithaah merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah ingin memastikan setiap jemaah yang berangkat benar-benar dalam kondisi siap secara fisik, mental, dan kesehatan agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman.

“Pemerintah tidak ingin jemaah memaksakan diri dalam kondisi yang berisiko. Haji adalah ibadah fisik. Karena itu, istithaah harus menjadi perhatian utama, bukan hanya saat menjelang keberangkatan, tetapi sejak masa persiapan,” tegasnya.

Selama berada di Arab Saudi, Amirul Hajj akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, melakukan pembinaan dan pengendalian penyelenggaraan haji, meninjau fasilitas layanan jemaah, memberikan arahan kepada petugas haji Indonesia, memberikan bimbingan dan konsultasi kepada jemaah, memimpin rapat koordinasi, memimpin khutbah wukuf, serta melakukan evaluasi atas penyelenggaraan haji.

Menhaj juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja melayani jemaah sejak fase keberangkatan hingga kedatangan di Arab Saudi.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang telah bekerja siang dan malam mendampingi jemaah. Tugas ini tidak ringan, tetapi setiap ikhtiar petugas adalah bagian dari pelayanan negara kepada tamu-tamu Allah,” tuturnya.

Menhaj lalu mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, terutama menjelang fase puncak haji.

“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar, jemaah diberikan kesehatan, petugas diberi kekuatan, dan seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung aman, tertib, serta penuh keberkahan,” tutup Menhaj. (Fadloli/Kemenhaj/MCH 2026)