BERITABUANA.CO, JAKARTA – Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu) mengungkapkan mayoritas masyarakat masih merasa puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu berdasarkan hasil survei Litbang FSP BUMN Bersatu yang dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.243 responden.
Departemen Head Litbang FSP BUMN Bersatu Tri Widodo Sektianto mengatakan, sebanyak 81,3 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo. Sementara itu, 16,4 persen responden mengaku tidak puas dan 2,3 persen lainnya memilih tidak memberikan jawaban.
“Secara mayoritas masyarakat masih merasa Prabowo Subianto sebagai pemimpin mampu memberikan kepuasan yakni di angka 81,3 persen,” kata Tri Widodo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Meski tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden relatif tinggi, survei tersebut juga memotret persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi di era pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Hasilnya, sebanyak 53,6 persen responden menilai kondisi ekonomi saat ini buruk. Sebanyak 25,4 persen menilai kondisi ekonomi biasa saja, sedangkan 18,2 persen menyatakan tidak khawatir meski memperkirakan kondisi tersebut masih dapat berubah. Adapun 2,8 persen responden memilih tidak menjawab.
Menurut Tri, persepsi terhadap kondisi ekonomi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. “Sebanyak 57,5 persen responden menilai kondisi ekonomi dipengaruhi ketidakpastian global, sedangkan 20,8 persen responden menyebut penurunan pendapatan sebagai faktor yang memengaruhi kondisi ekonomi,” ucapnya.
Tidak hanya itu, lanjut Tri Widodo, survei juga memotret kondisi terhadap stabilitas ekonomi rumah tangga. Dikatakan dia, sebanyak 48,3 persen responden mengaku kondisi ekonomi keluarganya saat ini tidak menentu.
“Sebanyak 30,1 persen menyatakan masih aman karena memiliki tabungan sebagai jaring pengaman, 14,3 persen menilai kondisi ekonomi keluarganya bergejolak, dan 5,2 persen menyebut sudah berada dalam kondisi kritis,” papar Tri Widodo.
Menurutnya, penurunan tersebut mengindikasikan bahwa optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi mulai menghadapi tantangan. “Meski masih relatif percaya diri terhadap situasi saat ini, masyarakat mulai lebih berhati-hati dalam melihat prospek ekonomi hingga akhir 2026 ini,” pungkasnya.
Survei Litbang FSP BUMN Bersatu tersebut melibatkan 1.243 responden dengan margin of error sebesar +/- 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Jal)







