Telkom Tuntaskan Spin-Off InfraCo, InfraNexia akan Garap AI dan Pusat Data

by
Gedung BUMN. (Ilustrasi/Foto: Kds)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Tuntas sudah aksi korporasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dalam Spin-Off InfraCo Tahap 2 dengan nilai transaksi mencapai Rp49,9 triliun. PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) akan mengelola lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya berada di bawah Telkom, sebagai bagian dari strategi memperkuat  bisnis wholesale connectivity.

Dalam keterangannya yang dikutip Senin (10/8/2026), Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2 menjadi tonggak penting transformasi TelkomGroup. Langkah ini sekaligus mendukung konsolidasi aset BUMN yang diinisiasi Danantara Asset Management.

Dian Siswarini mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi TLKM 30 untuk membuka nilai (unlock value). Aksinya melalui optimalisasi dan monetisasi aset infrastruktur digital bernilai tinggi, seperti jaringan serat optik, menara telekomunikasi, dan pusat  data.

Jadi, Spin-Off InfraCo Tahap 2 sebagai langkah strategis dalam perjalanan transformasi TLKM 30 untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru. Diharapkan, anak usaha Telkom itu, akan meningkatkan kapabilitas layanan infrastruktur, mengoptimalkan efisiensi bisnis, serta membuka peluang kemitraan strategis guna mendukung percepatan konektivitas digital nasional. 

Nantinya, setelah pengalihan portofolio bisnis dan aset rampung, InfraNexia akan mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik. Termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang membentang di berbagai wilayah Indonesia. Dengan aset tersebut, InfraNexia diposisikan sebagai penyedia layanan wholesale connectivity yang berfokus pada pengembangan infrastruktur digital nasional.

Dipastikan, pembentukan InfraNexia tidak hanya bertujuan memperkuat fokus bisnis infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.

Menurut Dian, Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan strategic initiative dari TelkomGroup yang tidak hanya bertujuan untuk menghadirkan bisnis infrastruktur yang lebih fokus, agile, dan berdaya saing. 

“Dengan kehadiran InfraNexia kami optimistis dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, andal, dan berkualitas sehingga mampu memberikan customer experience yang terbaik bagi pelanggan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan spin-off tersebut merupakan implementasi penataan portofolio bisnis TelkomGroup agar lebih fokus mengembangkan bisnis infrastruktur digital.

Pembentukan InfraNexia diharapkan meningkatkan fleksibilitas perusahaan dalam menjalin kemitraan strategis sekaligus memperkuat daya saing bisnis wholesale connectivity.

Satu hal, meski lebih dari 99% saham InfraNexia tetap dimiliki Telkom, perusahaan akan beroperasi sebagai penyedia infrastruktur digital yang melayani seluruh pelanggan secara profesional. Telkom juga memastikan proses spin-off berlangsung tanpa mengganggu layanan pelanggan serta dijalankan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan ketentuan regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara itu, Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan penyelesaian spin-off menjadi fondasi bagi perusahaan untuk memperluas layanan infrastruktur digital. Perusahaan akan memperkuat layanan utama mulai dari 5G backhaul, wholesale network, fiber to the home (FTTx), hingga passive infrastructure sharing. 

InfraNexia juga mempercepat modernisasi jaringan dan implementasi autonomous network guna mendukung kebutuhan infrastruktur bagi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), komputasi awan (cloud), dan pusat data (data center). (OSC).