Siap Layani Jemaah Haji 24 Jam, Ratusan Bus Shalawat Disiagakan di Terminal Ajyad

by
Petugas Sedang Memasang Penanda Rute Bus Shalawat. (Foto: MCH 2026)

BERITABUANA.CO, MAKKAH- Sebanyak 140 unit bus shalawat disiagakan di Terminal Bus Ajyad untuk menunjang mobilitas jemaah haji Indonesia selama berada di Makkah, Arab Saudi.

Terminal Bus Ajyad merupakan salah satu terminal yang berada di sekitar Masjidil Haram. Terminal ini berjarak sekitar 150 meter dari pelataran Masjidil Haram.

Kepala Pos Terminal Bus Ajyad, Kapten M Rif’at Sitorus mengatakan, 140 bus shalawat tersebut akan melayani jemaah haji yang tinggal di wilayah pemondokan Misfalah sektor 7, 8 dan 9.

“Untuk saat ini rute yang sudah kita layani adalah rute 16, 17, dan 18. Dan akan bertambah untuk rute19, 20 sampai 21 setelah jamaah seluruhnya datang ke wilayah Misfalah,” ujar Sitorus saat ditemui tim Media Center Haji (MCH), Minggu (3/5).

Ia menjelaskan, bus shalawat di Terminal Ajyad beroperasi selama 24 jam penuh dengan sistem shuttle. Dengan sistem ini, lanjutnya, jemaah tidak perlu menunggu lama di halte.

Menurut dia, Waktu tunggu rata-rata hanya berkisar antara lima hingga sepuluh menit.”Bus terus berputar, sehingga jemaah tidak perlu menunggu lama. Kita pastikan waktu tunggu sekitar 5 sampai 10 menit, tidak pernah terlambat,” jelasnya.

Selain memastikan waktu tunggu tetap singkat, Ia juga menyiapkan skema antisipasi jika terjadi kekurangan armada di rute tertentu. Sebab, jemaah akan dialihklan ke rute lain yang tersedia agar tidak menunggu terlalu lama.

Sementara itu, petugas di lapangan akan mengawal pergerakan jemaah hingga kembali ke hotel masing-masing. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan ketertiban selama proses mobilisasi.

“Kita kawal jemaah haji sampai ke hotel sehingga mereka masih nyaman,” katanya.

Dia menambahkan, operasional terminal bus Ajyad sejak Kamis (30/4/2026) hingga Minggu kemarin, dilaporkan berjalan lancar selama empat hari ini. Ia memastikan tidak ada kendala berarti dalam melayani pergerakan jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram maupun sebaliknya. (Fadloli/MCH 2026)