Didampingi Kaseksus Nabawi, Jemaah Berumur 103 Tahun, Mbah Mardi Lakukan Ibadah Perdana di Raudhah

by
Mbah Mardijiyono Usai Melaksanakan Ibadah di Raudhah. Foto: Muhamammad Umar Fadloli/MCH 2026

BERITABUANA.CO, MADINAH- Jemaah haji tertua asal Piyungan, Bantul, Yogyakarta Mardijiyono Karto Sentono akhirnya bisa menjalani ibadah perdana di Raudhah, Masjid Nabawi, di Madinah Al Munawwarah, Selasa (5/5/2026).

Dengan dipandu Kepala Sektor Khusus (Kaseksus) Nabawi, M. Thoriq, Ketua Kloter 9 Embarkasi Yogyakarta (YIA), Edi Purwanto dan Petugas lain, Mbah Mardi, begitu disapa bisa melakukan ibadah perdana di Raudhah.

Dengan menggunakan kursi roda yang didorong oleh pendampingnya yang berasal dari KBIHU, Mbah Mardi tiba di pelataran dan bergabung dengan Jemaah lainnya yang menggunakan tasreh kolektif yang diinisiasi Seksus Nabawi sekitar pukul 02.20 WAS.

Tidak lama setelahnya, Mbah Mardi dipersilahkan masuk ke Raudhah Bersama Jemaah Indonesia lainnya. Di Raudhah, Mbah Mardi dibimbing oleh pendamping dari KBIHU untuk berdoa ditempat yang istimewa tersebut.

Setelah kurang lebih 20 menit, Mbah Mardi keluar dari Raudhah. Ia mengaku sangat senang usai menjalankan ibadah di tempat yang dinamai ‘Taman Surga’ tersebut.

“Seneng, biso ibadah (senang bisa ibadah),” kata Mbah Mardi diatas kursi rodanya.

Sementara itu, Kaseksu Nabawi, M. Thoriq mengaku bangga bisa melayani Jemaah haji Indonesia. “Ini kebanggaan bagi kami untuk melayani Jemaah, terutama lansia (lanjut usia) dan disabilitas,” kata Thoriq.

Diketahui, jemaah haji tertua Indonesia tahun ini tiba di Tanah Suci, Madinah Al Munawwarah dengan kisah yang menyentuh. Di usia 103 tahun, Mardi Jiyono Karto Sentono, jemaah haji asal Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akhirnya menapakkan kaki di tanah suci setelah penantian panjang.

Kedatangan Mbah Mardi Jiyono yang tergabung dalam Kloter 9 Embarkasi Yogyakarta (YIA), menjadi perhatian petugas dan jemaah lainnya pada Minggu (3/5/2026).

dengan kisah yang menyentuh. Di usia 103 tahun, Mardi Jiyono Karto Sentono, jemaah haji asal Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akhirnya menapakkan kaki di tanah suci setelah penantian panjang.

Kedatangan Mbah Mardi Jiyono yang tergabung dalam Kloter 9 Embarkasi Yogyakarta (YIA), menjadi perhatian petugas dan jemaah lainnya.

Dengan kondisi fisik yang sudah lanjut, ia tidak berjalan sendiri. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH dengan sigap menggendongnya saat turun dari Bus menuju area penerimaan Jemaah di Hotel Makareem.

Setibanya di Madinah, Mbah Mardi Jiyono mengaku sangat senang dan bersyukur akhirnya bisa tiba di Tanah Suci. Meski usianya telah melampaui satu abad, semangatnya untuk beribadah tetap begitu kuat.

Berikan Pendampingan

Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, secara khusus meminta kepada petugas PPIH untuk memberikan pendampingan penuh, serta memastikan kondisi kesehatan dan keselamatan Mbah Mardi selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

“Kita punya petugas ini merasa sebagai suatu kehormatan, kemuliaan bagi petugas haji, baik yang di klotter ataupun kita yang berada di Arab Saudi.Jadi, ketika kita mendapatkan jamah yang ini yang paling sepuh di gelombang pertama,” katanya. (Fadloli/MCH 2026)