Kemenhub : Peran Pelabuhan Menjadi Krusial Melalui Penerapan PWMP

by
Peserta Workshop Nasional PWMP berpose usai prmbukaan oleh Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin di Jakarta. (Foto: Presti)

BERITABUANA.CO. JAKARTA – Pencemaran sampah laut dari aktivitas pelayaran menjadi tantangan dalam menjaga kelestarian lingkungan maritim. Sebagai negara kepulauan dengan aktivitas pelayaran yang tinggi, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk memastikan pengelolaan limbah dari kapal dilakukan secara aman dan efektif.

Menyikapi hal itu, pelabuhan menjadi krusial dalam menerapkan Port Waste Management Plan (PWMP), yaitu sistem pengelolaan limbah kapal yang memastikan proses penerimaan, penanganan, dan pembuangan limbah sesuai dengan standar internasional.

“Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyelenggarakan National Workshop on the Development of a Port Waste Management Plan (PWMP) and Techno-Economic Feasibility Assessment for Port Reception Facilities (PRF) pada 4–6 Mei 2026 di Jakarta,” ungkap Heri Junaedi, Kabag Humas dan Umum Ditjen Hubla kepada beritabuana.co di Kemenhub Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Mengutip Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin dalam sambutannya pada pembukaan workshop menegaskan bahwa pencemaran sampah laut, menjadi salah satu tantangan utama sektor maritim saat ini.

Ia menyebutkan, menyediaan dan optimalisasi Port Reception Facilities (PRF) di pelabuhan, serta penyusunan PWMP, menjadi instrumen strategis dalam memastikan pengelolaan limbah kapal berjalan optimal. “Melalui PWMP yang terencana dan terimplementasi dengan baik, kita dapat menjamin bahwa kapal memiliki akses terhadap fasilitas pembuangan limbah yang memadai, sehingga tidak ada alasan untuk membuang sampah ke laut,” tukas Samsuddin.

Sejalan dengan upaya tersebut, tuturnya, workshop ini menghadirkan berbagai sesi pembelajaran dan diskusi, antara lain pemaparan terkait OceanLitter Programme, identifikasi elemen-elemen penting dalam penyusunan PWMP, hingga pembahasan aspek teknis dan implementatif di lapangan.

Dikatakan, melalui kegiatan ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menegaskan komitmennya untuk mendorong implementasi pengelolaan limbah kapal yang efektif guna mendukung sistem transportasi laut yang aman, efisien, dan ramah lingkungan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas dalam penyusunan dan implementasi PWMP secara efektif, sebagai bagian dari upaya pengurangan pencemaran laut untuk mewujudkan ekosistem maritim yang bersih dan berkelanjutan,” tutup Samsuddin.

Heri Junaedi menambahkan, dalam pelaksanaannya, kegiatan workshop ini diikuti oleh perwakilan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, PT Pelindo, Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), dan Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI). (Yus)