BERITABUANA.CO, MAKKAH– Satuan Tugas Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) melakukan peninjauan lapangan ke wilayah Arafah untuk memastikan posisi/kedudukan markas, kesiapan sarana prasarana dan layanan bagi jemaah haji Indonesia jelang puncak ibadah haji 1447 H/2026 M.
Peninjauan dipimpin langsung oleh Kepala Satops Armuzna, Surnadi, didampingi tim Satgas Arafah, Minggu (3/4/2026). Rombongan mengecek posisi-posisi/kedudukan-kedudukan Markaz, Rute Murur dan sistem evakuasi di 10 sektor Adhoc yang akan menampung jemaah.
“Fokus kami hari ini memastikan posisi-posisi/kedudukan-kedudukan Markaz, Rute Murur dan sistem evakuasi di 10 sektor Adhoc. Jangan sampai ada yang terlewat,” ujar Surnadi di lokasi.
Dari hasil peninjauan, Satgas mencatat beberapa posisi/kedudukan yang perlu dikoordinasikan dengaan syarikah, seperti kedudukan markaz yang perlu ditinjau ulang . Tim juga memastikan kesiapan petugas Murur dan jalur bus Taradudi untuk pergerakan jemaah tanggal 9 Dzulhijjah.
Satgas Arafah dengan kekuatan 586 orang petugas akan mulai menempati pos pada 7 Dzulhijjah pukul 15.30 WAS. Setiap sektor Adhoc akan bertugas melayani akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kesehatan jemaah.
“Ini bukan sekadar peninjauan, tapi ini keharusan kami dalam meyakinkan dan memastikan jemaah Indonesia dapat menempati tenda-tenda, sehingga Jemaah dapat melaksanakan wukuf dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” ujar Surnadi.
Peninjauan awal ini merupakan bagian dari Tahap Perencanaan dan Persiapan Satgas Armuzna yang berlangsung 24 sd 30 Mei 2026 yang akan datang. Selanjutnya, Satgas akan melaksanakan sosialisasi-sosialisasi ke sector-sektor di mekkah, gelar pasukan dan rapat koordinasi akhir sebelum puncak haji. (Fadloli/MCH 2026)









