Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Saadiah Desak Investigasi Menyeluruh

by
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty. (Foto: Istimewa)

BERITABUANA.CO, JAKARTA –  Malam yang semula berjalan rutin bagi ratusan penumpang berubah menjadi kepanikan ketika dua kereta bertabrakan di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Dentuman keras disusul teriakan penumpang memecah suasana, saat KA Argo Bromo Anggrek bertabrakan dengan KRL Commuter Line, memicu salah satu kecelakaan perkeretaapian paling fatal tahun ini.

Enam orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut, sementara sedikitnya 38 penumpang KRL mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Data sementara menunjukkan para korban dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.

Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta tenaga medis dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan penanganan korban. Hingga Selasa pagi, proses evakuasi masih berlangsung untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di lokasi kejadian.

Sementara itu, sekitar 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, meskipun sebagian mengalami trauma akibat benturan keras yang terjadi.

Anggota Komisi V DPR RI, Saadiah Uluputty, menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi tersebut dan mendesak adanya investigasi menyeluruh.

“Insiden ini tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa. Kami mendesak dilakukan investigasi mendalam agar penyebabnya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Saadiah dalam keterangannya, Selasa (28/4).

Ia menegaskan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam operasional transportasi publik, khususnya sektor perkeretaapian, mengingat potensi risiko yang sangat besar jika terjadi kelalaian.

“Keselamatan penumpang adalah hal utama. Kecelakaan seperti ini sangat fatal dan berbahaya, sehingga harus menjadi evaluasi serius bagi semua pihak,” katanya.

Hingga kini, penyebab pasti tabrakan masih dalam penyelidikan otoritas terkait. Pemerintah dan operator kereta api didesak untuk segera mengungkap kronologi lengkap kejadian serta memastikan langkah-langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang. (Ery)