Ekonomi Syariah Bukan Sebatas Untuk Masyarakat Muslim

by
Foto Bersama usai pembukaan kegiatan Lentera Ekonomi Syariah NTT - Road To Festival Ekonomi Syariah KTI 2025. (Foto: iir)

BERITABUANA.CO, KUPANG – Ekonomi syariah merupakan pasar ekonomi global yang melibatkan berbagai agama dan budaya, bukan hanya sebatas untuk masyarakat muslim.

Hal ini diungkapkan Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat kegiatan Lentera Ekonomi Syariah NTT – Road To Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2025, di halaman Kantor Gubernur NTT, Jumat (27.6/2025) malam.

“Untuk itu, perlu dioptimalkan, dan didukung dengan keberagaman agama dan budaya, serta menjunjung toleransi,” pinta Melki Laka Lena.

Melki Laka Lena berharap Ekonomi Syariah di NTT, juga dapat berkontribusi meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Melalui festival ini, kita berharap akan lahir kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, pelaku UMKM, dan komunitas masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing,” jelasnya.

Tentu dengan kolaborasi bersama, kata dia, dapat mendorong UMKM syariah tumbuh, baik dari komunitas lokal, juga melalui pesantren, koperasi syariah, hingga marketplace halal.

“Ini tentu untuk memperkuat ekonomi umat, dan mendorong kemandirian ekonomi berbasis nilai-nilai agama,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI NTT Agus Sistyo Widjajati menjelaskan, Ekonomi Syariah dijalankan secara inklusif dan terbuka, bukan eksklusif untuk umat Muslim saja.

“Selain itu, Bank Indonesia dan Pemprov NTT mendukung sertifikasi halal produk UMKM sehingga produk-produk dari NTT dapat diterima secara luas di seluruh Nusantara bahkan sampai ke manca negara,” ungkap Agus.

Kegiatan Lentera Ekonomi Syariah NTT – Road To Festival Ekonomi Syariah KTI ini merupakan wadah memperkenalkan produk unggulan lokal berbasis syariah, meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah, serta membangun jejaring kolaborasi antara pelaku usaha syariah, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan. (iir)