Yusril Ihza Mahendra Apresiasi Karya Mbah Syaiful Umar di Konser Mahabbah Allah Pakem 9

by
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan. (Foto: PWI Jaya)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kolaborasi antara PWI Jaya sie Musik dan Film bersama Tiga Jantung sekses menggelar konser musik “Mahabbah Allah Pakem 9” yang menampilkan lagu-lagu spiritual dan sufistik karya Mbah Syaiful Umar dari Salatiga sukses digelar.

Konser musik yang menampilkan penyanyi Baruna (Elpamas), Taraz Biztara (T.R.I.A.D) bersama Interstae Band ini dimaksudkan untuk mengajak kita bersama sebagai umat manusia untuk bertaubat kepada Allah SWT. Selain itu juga dimaknai sebagai ruwatan agar tidak terjadi bencana yang berkeanjangan di Indonesia.

“Kita sadar bahwa sebagai manusia banyak melakukan dosa dan kerusakan, termasuk kerusakan terhadap alam semesta ini. Jadi esensi dari konser ini mengajak para pemimpin kita dan semua elemen masyarakat untuk bertaubat, agar tidak murka gitu lo, supaya ramalan Jaka Jaya Baya yang menyebut Tanah Jawa Terbelah jadi 2 tidak terjadi, dan goro-goro, atau kerusuhan tidak terjadi” kata mbah Syaiful.

Dalam acara yang digelar di Usmar smail Hall Jl. Rasuna Said, Jakarta Selatan itu tak hanya diapresiasi oleh masyarakat, tetapi juga oleh pejabat. Terbukti Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia, Yusril Ihza Mahendra juga turut hadir menyaksikan acara tersebut.

Dalam sambutannya Yusril mengatakan,
lagu lagu Mbah Sfaiful ini menggugah hati, dan menggugah pemikaran-pemikran bersama yang dialami setiap hari.

“Setiap hari dari kita menjalankan ‘Khalifatullah fil ard’, menjaga memelihara semesta alam ini dan tidak merusak, Mbah Syaiful dan kawan-kawan seniman mengekspresikan ini melalui karya musik yang kita saksikan malam ini,” Kata Yusril, di Jakarta, Senin (18/5/2926).

Budayawan Ngatawi Al-Zaztrow dalam orasi budayanya mengatakan,
kerja budaya adalah jalan panjang berliku. dan inilah jalan yang aku pilih untuk merawat akal sehat dan kemanusiaan, meski sering dianggap sia-sia dan tak berguna.

“Di jalan ini aku banyak bertemu orang tulus yang hidup berlimpah kebahagiaan, meski terlihat kekurangan. Mbah Syaiful, Mas Irish  dan PWI Jaya, Mas Anto Baret, Mas Bambang Asrini, Mas Baruna dan para sahabat yang memilih tetap setia di jalan budaya,” kata Al Zastrow

Sedang Ketua PWI DKI Jakarta, Kesit Handoyo mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada semua pihak yang telah mempercayakan PWI DKI Jakarta dalam menggelar koser ini.

“Terima Kasih buat Mbah Syaiful dan semua teman-teman, yang telah mempercayakan PWI DKI Jakarta, dalam hal ini Se Musik dan Film yang diketuai Irish Riswoyo, semoga kepercayaaan ini bisa menjadi sinergi yang baik untuk mengglar acra-acara musik dan budaya dikemudian hari,” kata Kesit.

“Kesuksesan konser di Jakarta, rencananya akan ditularkan ke daerah daerah lain,” demikian ditambahkan Ketua Panitia Irish Riswoo.

“Konser di Jakarta ini merupakan cikal-bakal, untuk menyebarkan “Virus” kebaikan. Insya Allah virus-virus kebaikan itu akan kami tularkan dengan konser di kota-kota lain seperti di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan dan Makasar, untuk kemudian kembali ke Jakarta dengan konser yang lebih besar, bisa jadi di Istora Senayan atau bahkan di GBK,” tutup Irish. (Kds)