Terapkan Strategi Ekspansi, Bank Mandiri Bukukan Kinerja Positif Februari 2026

by
Gedung Bank Mandiri. (Foto: Ist)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) membukukan kinerja positif Februari 2026. Bank BUMN ini menerapkan strategi ekspansi dalam menyalurkan kredit di tengah perekonomian yang penuh kehati-hatian, dan akhirnya meraih pertumbuhan positif.

Dalam keterangannya yang dikutip Senin (6/4/2026), Direktur Program dan Kebijakan Prasasti Center for Policy Studies Piter Abdullah menilai pertumbuhan kredit Bank Mandiri lebih disebabkan oleh kebijakan perseroan yang lebih agresif dalam menyalurkan dana. Jadi, bukan karena permintaan kredit yang meningkat signifikan.

“Jadi, terlepas dari pertumbuhan kredit, kinerja Bank Mandiri masih cukup baik, dengan indikator permodalan, likuiditas dan profitabilitas,” ujar Piter Abdullah.

Laporan keuangan bulanan Februari 2026, bisa dilihat kinerja anggota Himbara tersebut tercermin dari penyaluran kredit yang mencapai Rp1.513,1 triliun atau tumbuh 15,7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Menurut Pieter, strategi agresif ini tidak serta merta mencerminkan perbaikan permintaan kredit, langkah agresif itu tidak semua menerapkan strategi serupa.

Bagusnya lagi, pertumbuhan ini diikuti oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.644,8 triliun, meningkat 16,3 persen YoY. Hal ini mencerminkan kepercayaan nasabah yang terus terjaga terhadap layanan Bank Mandiri.

Menurut Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini bahwa peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.

Laba bersih Bank Mandiri tumbuh 16,7 persen secara tahunan menjadi Rp8,9 triliun hingga Februari 2026, seiring dengan meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat melalui Livin’ by Mandiri yang turut mendorong pertumbuhan pendapatan berbasis komisi.

Hingga Februari 2026, secara keseluruhan volume transaksi melalui Livin’ by Mandiri terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Total transaksi mencapai lebih dari 738,7 juta transaksi sejak awal tahun, atau tumbuh sekitar 28 persen secara tahunan (YoY). (Osc).