Gandeng BRI dan Bank Mandiri, Tokocrypto Tambah Kanal Deposit Baru

by
Tokocrypto menggandeng BRI, dan Bank Mandiri tambah kanal deposit baru. (Foto: Tokocrypto)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Gandeng Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Mandiri, Tokocrypto menambah kanal deposit baru di platformnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mempermudah akses masyarakat sekaligus mendorong peningkatan aktivitas transaksi di tengah pelemahan pasar kripto.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/4/2024), CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan, penambahan kanal deposit ini bagian dari upaya untuk membuat akses ke pasar kripto semakin mudah dan inklusif.

“Dengan lebih banyak pilihan metode pembayaran, kami berharap dapat menstimulasi investor untuk kembali aktif bertransaksi,” kata Calvin Kizana.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto pada Februari 2026 sebesar Rp24,33 triliun, menurun dibandingkan Januari yang Rp29,28 triliun.
Penurunan tersebut sejalan dengan koreksi harga sejumlah aset kripto global serta dinamika ekonomi internasional.

Menanggapi kondisi itu, Calvin menjelaskan pelemahan transaksi merupakan bagian dari siklus pasar. Menurut dia, pasar kripto saat ini memasuki fase konsolidasi setelah mengalami lonjakan signifikan pada periode sebelumnya.

Kondisi ini ditandai dengan koreksi harga dan penurunan volume transaksi, yang juga dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global, termasuk tensi geopolitik dan kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat.

Dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mendorong sentimen risk-off di pasar keuangan, sedangkan kebijakan suku bunga tinggi memicu likuidasi pada posisi leverage di pasar kripto, yang berdampak langsung pada penurunan volume transaksi.

Sementara itu, meskipun ETF Bitcoin sempat mencatat inflow sebesar 1,13 miliar dolar AS pada Maret, tren tersebut melemah dengan outflow mingguan mencapai 296 juta dolar AS di akhir bulan.

Awal April, inflow kembali tercatat sekitar 69,6 juta dolar AS, yang menunjukkan minat institusi masih ada namun belum cukup kuat untuk mendorong reli pasar.

Kemudian, sejalan dengan dorongan OJK untuk memperkuat industri kripto, Tokocrypto terus menjalankan berbagai strategi guna menjaga pertumbuhan. Salah satunya melalui penambahan kanal deposit baru dengan menggandeng BRI dan Bank Mandiri, melengkapi opsi yang sebelumnya telah tersedia seperti BCA dan QRIS.

Menurut Calvin minat masyarakat terhadap aset kripto masih relatif tinggi. Hingga Februari 2026, jumlah konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 21,07 juta, tumbuh 1,76 persen secara bulanan.

Sejauh ini, Tokocrypto memiliki sekitar 4,8 juta pengguna dengan nilai transaksi Rp160 triliun pada 2025, yang mencerminkan basis investor dengan nilai transaksi cukup besar.
Ke depan, Tokocrypto optimistis kinerja transaksi akan membaik pada kuartal II 2026 seiring potensi stabilisasi kondisi makroekonomi dan geopolitik global.

Momentum Bulan Literasi Kripto (BLK) yang berlangsung pada April hingga Mei 2026 juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat.

Dalam catatan Calvin Kinzana, edukasi sebagai kunci utama dalam menjaga keberlanjutan industri. Untuk itu, Tokocrypto siap berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan kesadaran investor, terutama di tengah kondisi pasar yang cenderung bearish seperti saat ini.

Data yang ada menyebutkan, Tokocrypto adalah platform perdagangan aset kripto pertama di Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti (sejak 2019) dan OJK. Dengan begitu, menjadikan Tokocryto salah satu bursa kripto teraman dan terbesar sejak berdiri tahun 2018.

Didukung oleh Binance, platform ini menyediakan layanan jual beli lebih dari 400 jenis kripto dengan transaksi harian tinggi, aman, dan mudah digunakan. (Osc).