Sambut 2026, Dirut Hery Gunardi Yakin BRI Makin Baik Seiring Berjalannya Transformasi

by
Gedung Bank Rakyat Indonesia. Foto. Disway.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) diyakini akan semakin baik dalam beberapa tahun ke depan seiring berjalannya transformasi di tubuh bank BUMN yang kini dipimpin Direktur Utama Hery Gunardi itu. Seluruh stakeholder, termasuk investor diminta melihat saham BBRI sebagai investasi jangka menengah hingga panjang.

Hery Gunardi mengemukakan, sudah lebih dari delapan bulan lebih pihaknya melakukan transformasi. Hasilnya, sudah mulai ada dan tentunya pada tahun 2026-2027 harapannya akan lebih baik lagi.

“Harapannya BRI bisa take-off dan larinya akan lebih kencang dibandingkan dengan sebelumnya,” kata Hery Gunardi dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (3/1/2026).

Perubahan menyeluruh tersebut membutuhkan waktu dan konsistensi agar dapat berdampak signifikan terhadap kinerja perusahaan. Pasalnya, transformasi BRI tidak hanya menyentuh aspek bisnis semata, tetapi juga mencakup berbagai enabler pendukung, mulai dari operasional, teknologi, permodalan, hingga penguatan merek.

“Yang paling penting itu adalah mindset, bagaimana budaya kerja yang kuat itu berbanding lurus mendorong kinerja perusahaan,” ucap eks Dirut Bank Syariah Indonesia tersebut.

Oleh karenanya, proses transformasi ini membutuhkan setidaknya waktu sekitar dua tahun untuk memberikan hasil yang optimal.

Seperti diketahui, pada Juli 2025, BRI telah meluncurkan program transformasi yang dinamakan BRIVolution Reignite. Tujuannya, membawa BRI memasuki fase pertumbuhan yang lebih efisien, lebih customer centric dan berkelanjutan.

Transformasi tersebut berfokus pada sisi funding (pendanaan), dengan memperbaiki struktur pendanaan dengan meningkatkan rasio dana murah sehingga dapat menekan cost of fund.

Dari sisi penyaluran kredit dan pinjaman, BRI terus memperbaiki segmen mikro, konsumen, usaha kecil dan menengah, serta komersial. BRI juga bertransformasi pada sisi operasional yang berfokus pada pembenahan dan peningkatan kualitas layanan.

Kemudian pula, dari sisi sumber daya manusia, BRI terus memperbaiki kualitas data dan sistem, memperbarui sistem manajemen talenta, serta menguatkan performa manajemen, termasuk dengan sistem reward (penghargaan).

Lalu, yang terbaru, pada Selasa (16/12/2025) perseroan melakukan peluncuran Corporate Rebranding, bagian integral dari agenda transformasi menyeluruh untuk memastikan relevansi dan daya saing jangka panjang di tengah perubahan lanskap industri keuangan.

Melalui Corporate Rebranding, BRI menegaskan posisi sebagai bank universal yang tetap berakar kuat pada UMKM dan DNA ekonomi kerakyatan. Sekaligus juga adaptif terhadap akselerasi digital, dinamika kebutuhan nasabah, dan tuntutan tata kelola berkelanjutan.

Menurut Hery, rebranding tersebut tidak sekadar pembaruan identitas visual, tetapi mencerminkan perubahan cara berpikir, cara bekerja, serta cara BRI menghadirkan nilai bagi nasabah, investor, pelaku UMKM, dan perekonomian nasional secara lebih relevan dan inklusif. (Osc)