BERITABUANA.CO, JAKARTA -TransJakarta memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Kota Jakarta, dengan nominal mencapai Rp73,8 triliun. Sampai saat ini, TransJakarta telah melayani sekitar 1,4 juta penumpang setiap hari.
“TransJakarta telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi sistem transportasi di Jakarta. Berdasarkan data Time Out 2025, Jakarta menempati peringkat ke-17 dunia untuk infrastruktur terbaik, dan di Asia berada di posisi kedua setelah Singapura,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-12 PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) di Halte TransJakarta Tosari, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026).
Penuh semangat Gubernur Pramono mengungkapkan, investasi pada sektor transportasi melalui Transjakarta juga telah membawa dampak ekonomi yang signifikan.
Setiap Rp1 triliun investasi mampu menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp3,2 triliun.
“Momentum ini harus dijaga. Semakin besar TransJakarta, harapan publik pun semakin tinggi,” ujar Pramono.
Karena itu, penting menjaga kualitas layanan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat. Karena itu, diperlukan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan disiplin operasional dan keselamatan layanan.
“Kami mendukung penindakan tegas, termasuk pemberian sanksi kepada operator maupun pramudi yang lalai. Saya juga telah meminta Direktur Utama TransJakarta untuk mengambil langkah tegas dalam setiap pelanggaran,” tegas Pramono.
Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menuturkan dukungan terhadap penguatan layanan transportasi publik diwujudkan melalui alokasi Public Service Obligation (PSO) sebesar Rp4,8 triliun. Itu berarti sekitar 5,99 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Khoirudin menjelaskan, setiap Rp1 triliun PSO memberikan dampak ekonomi sekitar Rp3,2 triliun. Hal itu merupakan bentuk imbal balik pemerintah kepada masyarakat atas kontribusi pajak, yang dikembalikan dalam bentuk layanan transportasi publik.
Disadari transportasi merupakan salah satu komponen pengeluaran terbesar rumah tangga. Oleh karena itu, kehadiran layanan publik yang terjangkau dan berkualitas diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (Osc).







