BERITABUANA.CO, JAKARTA – Langkah efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama TNI dalam mengantisipasi dinamika geopolitik global terhadap stabilitas energi, mendapat perhatian di ruang publik.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini, misalnya. Ia menilai langkah itu sebagai wujud pemerintah dalam memperkuat tata kelola logistik pertahanan yang lebih akuntabel dan berkelanjutan.
“Saya sebagai anggota Komisi I DPR RI melihat situasi ini dalam dua perspektif yaitu kesiapan operasional dan efektifitas efisiensi,” kata Amelia, di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, penggunaan BBM pada alat utama sistem pertahanan (alutsista) tidak semata-mata soal konsumsi energi, tetapi berkaitan langsung dengan tingkat kesiapan tempur, frekuensi latihan, serta mobilitas satuan di lapangan.
“Karena itu, efisiensi tidak boleh diterjemahkan sebagai pengurangan yang berpotensi menurunkan kesiapan TNI,” tegas legislator dari Partai Nasdem ini.
Tentang penggunaan kendaraan dinas, Amelia menyarankan efisiensi dapat dilakukan melalui optimalisasi penggunaan, digitalisasi monitoring konsumsi BBM, serta penerapan standar operasional yang lebih disiplin.
Sedangkan untuk alutsista, kata dia, pendekatan efisiensi harus lebih teknis, seperti peningkatan efisiensi mesin, modernisasi sistem, hingga pengaturan siklus operasional yang tetap menjaga kesiapsiagaan.
Kunci dari kebijakan itu, sambungnya, terletak pada keseimbangan antara soal negara dapat menghemat tanpa mengorbankan kemampuan pertahanan.
“Efisiensi yang tepat justru bisa memperkuat postur TNI, bukan melemahkannya,” pungkasnya. (Jal)







