BERITABUANA.CO, BEKASI – Ketua Dewan Pembina Yayasan Salman Peduli Berkarya dan Yayasan Garuda Biru Indonesia, Heikal Safar SH dan Istrinya Nofalia, menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis keamanan pangan dan buka puasa sekaligus merayakan Ulang Tahun yang ke 42 Tahun Nofalia, pemilik Yayasan Salman Peduli Berkarya dan Yayasan Garuda Biru Indonesia bersama ribuan karyawannya Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Jabodetabek, di Ball Room Hotel Grand Travello Bekasi.
Dalam kegiatan bimbingan Teknis Keamanan Pangan dan Buka Puasa Bersama Ratusan Karyawan SPPG Dapur BGN, yang menjadi sangat istimewa karena bertepatan perayaan Hari Ulang Tahun yang ke 42 Nofalia.
Lebih istimewa lagi hari tersebut hadir Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), H. Zulkifli Hasan, yang biasa disapa Zulhas, Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional Brigjen TNI (Purn) Sarwono, Ketua Umum Yayasan Forum Alumni Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (FAAHMI) H. Abdul Malik SE, dan Sekjen Lampung Perantauan H. Wawan.
Adapun SPPG tersebut merupakan unit operasional di bawah Badan Gizi Nasional yang berfungsi sebagai dapur pusat pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Yayasan Yayasan Salman Peduli Berkarya dan Yayasan Garuda Biru di bawah pimpinan Heikal Safar SH, selaku Ketua Dewan Pembina dan Istrinya Nofalia Selaku Ketua Yayasan yang bertanggung jawab mengolah, memastikan kualitas, dan mendistribusikan makanan bergizi untuk siswa sekolah, balita, dan ibu hamil guna meningkatkan kesehatan dan gizi nasional.
Heikal Safar sendiri adalah tokoh aktivis muda bakal calon gubernur DKI Jakarta 2029 mendatang yang aktif dalam mendukung program dan kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di antaranya adalah program MBG dan penggunaan produk lokal seperti mobil Maung Pindad.
Selain itu Heikal juga dikenal sebagai tokoh masyarakat, pengusaha dan politisi muda serta sekretaris senderal Rekat Indonesia tentunya sangat aktif dalam kegiatan sosial yang mendukung kebijakan Presiden Prabowo dalam program ketahanan pangan nasional sebagai penyediaan beberapa dapur umum sehat dan halal meningkatkan gizi anak- anak Indonesia.
“Saya beserta istri selaku pimpinan dan seluruh Karyawan Dapur SPPG Yayasan Salman peduli Berkarya dan Yayasan Garuda Biru Indonesia mengucapkan terimakasih atas kehadiran Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan, yang telah memberikan energi tambahan inspirasi dan memotivasi dalam memimpin Yayasan Salman Peduli Berkarya yang bergerak dalam bidang penyediaan Dapur makanan bergizi dan halal supaya kedepannya untuk lebih lagi,” ucap Haikal.
Dalam Sambutan Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan sangat mengapresiasi kegiatan Yayasan Salman Peduli Berkarya dan Yayasan Garuda Biru Indonesia yang dipimpin Heikal Safar bersama Istrinya Nofalia yang memiliki kepedulian sosial yang selalu aktif dalam mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam Program ketahanan pangan dan untuk meningkatkan Gizi Anak- Anak Indonesia dengan program MBG.
Menurut Zulhas dalam konteks Ramadhan 2026, menegaskan dan memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadhan dengan penyesuaian menu (makanan kering/dibawa pulang) dan waktu pembagian terutama untuk siswa Muslim dan pesantren yang tadinya siang hari digeser ke sore hari menjelang berbuka puasa.
Lebih lanjut Zulhas menegaskan bahwa arah kebijakan pangan nasional saat ini difokuskan untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi secara penuh ke tangan rakyat.
Menurut Zulhas, sektor pangan wajib menjadi fondasi utama pembangunan agar makna kemerdekaan dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Zulhas dalam sambutannya juga menyinggung kembali perjalanan panjangnya mendukung Presiden Prabowo Subianto yang telah berlangsung selama 15 tahun. Meski harus melewati berbagai dinamika politik yang berliku,
Zulhas juga menegaskan bahwa dukungannya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tidak pernah luntur sedikit pun.
Mantan Ketua MPR RI ini menilai bahwa kebijakan Presiden Prabowo sangat sejalan dengan cita-cita kemerdekaan bangsa. Ekonomi ditempatkan sebagai alat untuk mencapai kesejahteraan rakyat, bukan semata-mata mengejar angka pertumbuhan.
“Program-programnya itu, kebijakan-kebijakannya itu, ingin meluruskan cita-cita kita merdeka. Pasal 33, ekonomi Pancasila, kedaulatan tangan rakyat, kebersamaan gotong royong,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa dalam ajaran Islam, keberpihakan kepada kaum miskin dan kelompok yang susah ini selaras dengan prinsip teologi al-ma’un.
Zulhas mengungkapkan bahwa sejak awal dukungannya diberikan, pencapaian swasembada pangan telah menjadi kesepakatan utama. Ia meyakini penguasaan sektor pangan oleh rakyat adalah kunci krusial untuk mengentaskan kemiskinan struktural. (Kds)






