Andre Rosiade: Kolaborasi BUMN Energi dan Transportasi harus Siap Hadapi Lonjakan Mobilitas Mudik Lebaran 2026

by
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade. (Jim)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Lonjakan mobilitas masyarakat yang diprediksi terjadi saat arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 menjadi fokus utama bagi BUMN sektor energi dan transportasi.

Untuk memastikan kelancaran perjalanan di berbagai wilayah Indonesia, kedua pihak memperkuat kolaborasi dan menyiapkan berbagai langkah strategis demi menjamin ketersediaan pasokan energi serta layanan yang optimal bagi para pemudik.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade, melalui keterangan tertulisnya, Senin (9/3/2026), menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini dalam kondisi aman.

“Pertamina bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyiapkan langkah-langkah konkret untuk menjaga pasokan BBM selama periode arus mudik Lebaran berlangsung,” kata politikus Partai Gerindra itu.

Andre mengungkapkan bahwa Komisi VI DPR telah menerima laporan resmi dari Pertamina mengenai kondisi stok BBM nasional.

“Berdasarkan laporan itu, pasokan energi tidak hanya cukup sampai Lebaran, tapi juga dipastikan tetap aman setelah periode libur panjang tersebut berakhir,” ujar anggota DPR RI Dapil Sumatera Barat (Sumbar) tersebut.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri memastikan stok BBM nasional berada dalam keadaan aman dan mencukupi. Dengan ketersediaan yang terjamin, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai pasokan bahan bakar selama melakukan perjalanan mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Simon menyampaikan bahwa perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RaFI) 2026.

“Satgas ini bertugas memastikan pemudik tetap mudah memperoleh akses energi selama dalam perjalanan mudik,” katanya.

Pertamina juga memfokuskan pelayanan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat selama masa mudik Lebaran. Seluruh fasilitas operasional perusahaan disiagakan bekerja selama 24 jam penuh untuk menjaga ketersediaan BBM, LPG, serta avtur di berbagai wilayah.

Secara rinci, Pertamina menyiagakan sekitar 2.074 SPBU yang beroperasi 24 jam di jalur utama dan wilayah dengan kepadatan kendaraan tinggi. Selain itu, disiapkan juga 6.300 agen LPG serta 200 unit mobil tangki sebagai suplai cadangan distribusi energi.

Untuk wilayah yang tidak memiliki SPBU permanen maupun di kawasan wisata, Pertamina menyiapkan layanan tambahan berupa 64 titik Kios Pertamina Siaga dan layanan modular agar masyarakat tetap mudah memperoleh bahan bakar selama perjalanan mudik.

Selain memperkuat suplai energi di koridor Sumatera-Jawa dan jalur Trans Jawa, pihaknya juga memberikan perhatian khusus pada konektivitas di Kalimantan dan Sulawesi. “Pertamina turut menyiapkan stok penyangga di sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak bencana saat arus mudik berlangsung,” tandas Simon. (Asim)