Sofwan Dedy: Insentif Transportasi Pemerintah Bisa Dongkrak Konsumsi dan Pertumbuhan Ekonomi

by
Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto (Foto: Pemberitaan DPR)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Di tengah upaya pemerintah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat konsumsi domestik, kebijakan stimulus di sektor transportasi publik mendapat dukungan dari kalangan legislatif. Paket insentif yang diberikan pemerintah dinilai tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan daya beli yang belakangan mengalami tekanan akibat perlambatan ekonomi.

Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, mengapresiasi langkah pemerintah yang meluncurkan paket stimulus ekonomi Kuartal II Tahun 2026, khususnya melalui pemberian berbagai diskon dan insentif di sektor transportasi publik.

Menurut Sofwan, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, terutama menjelang periode libur sekolah yang identik dengan meningkatnya kebutuhan perjalanan dan konsumsi rumah tangga.

“Kami mendukung dan mengapresiasi langkah pemerintah tersebut,” kata Sofwan Dedy Ardyanto, Jumat (12/6/2026).

Politikus PDI Perjuangan itu menilai insentif transportasi akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian. Kemudahan akses perjalanan diyakini dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif melakukan perjalanan, baik untuk keperluan wisata, bisnis, maupun aktivitas sosial lainnya.

Peningkatan mobilitas tersebut, lanjutnya, akan berdampak langsung terhadap perputaran uang di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pariwisata, kuliner, hingga jasa pendukung lainnya.

“Dalam situasi ekonomi yang melambat seperti ini, diskon dan insentif di sektor transportasi akan meningkatkan mobilitas masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan belanja konsumsi,” ujarnya.

Sofwan juga menilai momentum pelaksanaan stimulus yang bertepatan dengan musim liburan sekolah merupakan keputusan yang tepat. Pada periode tersebut, aktivitas perjalanan masyarakat umumnya meningkat sehingga manfaat kebijakan dapat dirasakan secara lebih luas.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI itu berharap kebijakan tersebut mampu mendorong masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah, untuk kembali melakukan perjalanan dan meningkatkan aktivitas konsumsi yang menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

“Setidaknya kebijakan ini bisa mendongkrak kembali daya beli masyarakat yang sedang merosot,” katanya.

Lebih lanjut, Sofwan menegaskan bahwa daya tahan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada kuatnya konsumsi domestik. Oleh karena itu, berbagai stimulus yang menyasar kebutuhan masyarakat, termasuk transportasi publik, perlu terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Diskon dan insentif di sektor transportasi ini merupakan salah satu upaya untuk menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (Asim)