BERITABUANA.CO, WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump terus beretorika untuk dapat mempengaruhi Pemerintahan Iran. Kali ini ia mengatakan bahwa perubahan rezim di Iran akan menjadi hal yang terbaik yang bisa terjadi.
Seperti diketahui Iran belum lama ini hanyut akan gelombang besar-besaran unjuk rasa, dan banyak memakan korban jiwa, meski akhirnya bisa dikuasai oleh rezim berkuasa.
Kali Trump pun bicara, tepatnya hari Jumat (13/2/2026) waktu setempat, dibarengi dia memerintahkan kapal induk kedua untuk menuju Timur Tengah.
“Sepertinya itu akan menjadi hal terbaik yang bisa terjadi,” kata Trump kepada wartawan di pangkalan militer Fort Bragg di Carolina Utara ketika seorang jurnalis bertanya apakah ia menginginkan “perubahan rezim” di Iran.
“Selama 47 tahun, mereka terus berbicara dan berbicara dan berbicara. Sementara itu, kita telah kehilangan banyak nyawa sementara mereka berbicara,” kata Trump kepada wartawan, dilansir Al Arabiya dan AFP, Sabtu (14/2/2026).
Ditanya siapa yang ingin ia pilih untuk mengambil alih, Trump mengatakan ia tidak ingin membicarakan hal itu. “Saya tidak ingin membicarakan hal itu. Ada orang-orang,” tuturnya.
Trump kemudian ditanya apakah ia akan menerima hal lain selain pengayaan uranium. “Kita tidak menginginkan pengayaan uranium,” tegas presiden AS itu.
Trump mengatakan kelompok kapal induk kedua akan segera menuju Timur Tengah, meningkatkan ancaman militer terhadap Iran di tengah negosiasi mengenai program nuklirnya.
“Kapal itu akan segera berangkat,” kata Trump kepada wartawan ketika ditanya tentang laporan bahwa kapal induk USS Gerald R. Ford akan dipindahkan dari Karibia ke Timur Tengah.
“Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya,” cetusnya.
Sebelumnya, Trump pada hari Kamis (12/2) waktu setempat, memperingatkan adanya konsekuensi “sangat traumatis” bagi Iran jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
“Kita harus mencapai kesepakatan, jika tidak, akan sangat traumatis, sangat traumatis. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi kita harus mencapai kesepakatan,” kata Trump dilansir AFP, Jumat (13/2/2026).
“Ini akan menjadi trauma yang sangat besar bagi Iran jika mereka tidak mencapai kesepakatan,” imbuhnya.
Akhir bulan lalu, Trump telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal-kapal perang pengiringnya ke Teluk Persia. Kapal-kapal tersebut saat ini masih berada di wilayah itu. (Kds)







