BERITABUANA.CO, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya mengakhiri perang. Pejabat AS dan Iran mengatakan bahwa mereka telah menyepakati kesepakatan untuk mengakhiri perang. Mereka juga setuju menghentikan blokade AS terhadap Iran dan membuka kembali Selat Hormuz setelah perjanjian ditandatangani Jumat, di sela-sela KTT tahunan Kelompok Tujuh Negara (G7) di Évians-les-Bains, Prancis.
Presiden AS Donald Trump mengatakan perjanjian tersebut akan memastikan bahwa Selat Hormuz “secara permanen bebas biaya”. Iran mengatakan perundingan nuklir selama 60 hari akan dimulai setelah AS mengeluarkan miliaran dana Teheran yang dibekukan sebelumnya.
Israel Kecewa
Atas perdamaian itu sudah barang tentu disambut gembira oleh para pemimpin dunia. Berbeda dengan Israel. Pejabat senior Israel dilaporkan kecewa dan marah terhadap Trump terkait rancangan kesepakatan damai yang tengah disusun antara Washington dan Iran. Mereka menilai perjanjian tersebut gagal memenuhi tujuan utama Israel dalam konflik dengan Teheran.
Mengutip media Israel, Ynet, sejumlah pejabat bahkan menyebut kesepakatan itu sebagai sebuah “bencana”. Pejabat lainnya menilai perjanjian tersebut “sangat buruk” karena tidak memenuhi prinsip-prinsip yang menjadi dasar perang sejak awal.
“Trump telah mengkhianati kami,” katanya.
Sumber Ynet lagi menyebut Israel menilai rancangan tersebut gagal memenuhi tiga tuntutan utamanya, yakni penghentian program nuklir Iran, pembatasan rudal balistik, dan pengurangan pengaruh kelompok-kelompok sekutu Iran di kawasan. Sementara itu, Teheran berulang kali menegaskan program nuklirnya hanya ditujukan untuk kepentingan damai.
Seorang pejabat Israel juga memperingatkan bahwa kesepakatan tersebut akan dipandang sebagai bentuk kemunduran AS. Menurutnya, banyak pihak di kawasan akan menilai Washington menyetujui perjanjian itu karena tekanan Iran, bukan karena keberhasilan diplomasi Amerika.
Meski demikian, PM Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka tetap menyampaikan apresiasi atas komitmen Trump untuk memastikan material uranium yang telah diperkaya ditarik dari Iran sebagai bagian dari kesepakatan. Netanyahu juga menegaskan Israel bukan pihak yang terlibat langsung dalam perjanjian tersebut. (Kds)







