Gelar Saja Tak Cukup, UNM Siapkan Skill 10 Tahun ke Depan

by
Kemampuan beradaptasi dengan teknologi, data, dan kebutuhan industri. (Ilustrasi/Foto: Dok)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Dunia kerja tidak lagi hanya menuntut ijazah, tetapi skill yang relevan dan adaptif. Dalam 10 tahun ke depan, perusahaan akan semakin selektif, hanya merekrut talenta yang memiliki kombinasi kompetensi digital, analisis, dan pemahaman bisnis. Kabar baiknya, lulusan Universitas Nusa Mandiri (UNM) telah dipersiapkan menghadapi perubahan tersebut.

Berbagai laporan tren ketenagakerjaan global menegaskan bahwa masa depan karier ditentukan oleh kemampuan beradaptasi dengan teknologi, data, dan kebutuhan industri. UNM yang terkenal sebagai Kampus Digital Bisnis, menjawab tantangan ini melalui kurikulum berbasis praktik, sertifikasi profesi, serta program link and match dengan perusahaan bertaraf nasional maupun internasional.

10 Skill Paling Dibutuhkan 10 Tahun ke Depan

Berikut 10 skill krusial yang akan menentukan daya saing lulusan di masa depan, sekaligus telah menjadi bagian dari pembelajaran di Universitas Nusa Mandiri (UNM):

1. Literasi Data & Analisis: Kemampuan membaca, mengolah, dan mengambil keputusan berbasis data.

2. Digital & Teknologi Adaptability: Kesiapan menghadapi perubahan teknologi yang cepat.

3. Pemrograman & Computational Thinking: Dasar penting untuk otomatisasi dan pengembangan solusi digital.

4.Kecerdasan Buatan (AI) Awareness: Pemahaman konsep dan pemanfaatan AI dalam dunia kerja.

5.Problem Solving & Critical Thinking: Skill utama yang dicari perusahaan lintas industri.

6.Komunikasi Digital & Kolaborasi: Mampu bekerja efektif dalam tim hybrid dan digital.

7.Business & Entrepreneurial Mindset: Memahami proses bisnis, bukan sekadar teknis.

8.Cybersecurity Awareness: Kesadaran keamanan data di era digital.

9.Project Management: Mengelola proyek secara sistematis dan terukur.

10.Professional Certification Readiness: Siap bersaing dengan bukti kompetensi, bukan janji.

UNM Siapkan Lulusan Berkualitas, Bukan Sekadar Wisudawan

Universitas Nusa Mandiri (UNM) tidak hanya fokus memberi teori di ruang kelas. Mahasiswa dibekali sertifikasi kompetensi, pengalaman praktik, serta peluang terlibat langsung dalam ekosistem industri melalui kerja sama link and match dengan berbagai perusahaan nasional.

Pendekatan ini membuat lulusan UNM lebih percaya diri memasuki dunia kerja, karena telah memiliki skill, sertifikat, dan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini dan masa depan.

Rektor Universitas Nusa Mandiri (UNM), Prof Dr Ir Dwiza Riana, mengatakan bahwa UNM berkomitmen menyiapkan lulusan yang siap bersaing di industri.

“Kami menyadari bahwa 10 tahun ke depan dunia kerja akan sangat kompetitif. Karena itu, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis tidak hanya membekali mahasiswa dengan ilmu, tetapi juga sertifikasi dan pengalaman industri melalui program link and match. Lulusan UNM tidak perlu khawatir, karena mereka kami siapkan untuk langsung relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” jelasnya dalam keterangan rilis di Jakarta, pada Jumat (13/2/2026).

Saatnya Kuliah yang Punya Nilai Jangka Panjang

Di tengah ketidakpastian dunia kerja, memilih kampus yang tepat menjadi keputusan strategis. Universitas Nusa Mandiri hadir sebagai solusi bagi generasi muda yang ingin memiliki skill masa depan, koneksi industri, dan daya saing nyata.

Apalagi, di UNM, lanjut Prof Dwiza, punya Internship Experience Program (IEP) 3+1. Program ini memungkinkan mahasiswa cepat terserap kerja.

“Lewat IEP 3+1, mahasiswa UNM kuliah 3 tahun di kelas dan 1 tahun magang di perusahaan mitra yang sudah bekerja sama. Setelah lulus kuliah, mahasiswa kami sudah punya portofolio dan relasi, selain ilmu semasa kuliah yang mereka dapatkan,” tutup Prof Dwiza. (Kds)