BERITABUANA.CO, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (9/2/2026), membuka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 19,04 poin atau 0,24 persen ke posisi 7.954,30. Sementara itu, Senin pagi ini, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,60 poin atau 0,32 persen ke posisi 818,18.
Sebelumnya, Jumat (6/2/2026) sore IHSG) ditutup melemah seiring pelaku pasar merespons rilis lembaga pemeringkat global Moody’s yang menurunkan “outlook” untuk peringkat utang Indonesia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup melemah seiring pelaku pasar merespons rilis lembaga pemeringkat global Moody’s yang menurunkan “outlook” untuk peringkat utang Indonesia.
Jumat sore itu, IHSG ditutup melemah 168,62 poin atau 2,08 persen ke posisi 7.935,25. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 13,77 poin atau 1,66 persen ke posisi 815,58.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan, sentimen negatif berasal dari penurunan outlook peringkat utang pemerintah Indonesia yang menjadi negatif, meskipun peringkat utang tetap stabil di level Baa2 (investment grade).
Sementara itu, S&P Global Ratings menyatakan bahwa volatilitas pasar saham belum mengubah pandangan mereka terhadap peringkat Indonesia yaitu tetap dengan “outlook” stabil.
“Walaupun S&P meningkatkan bahwa pelemahan fiskal dapat menambah tekanan penurunan peringkat jika tidak diimbangi oleh perbaikan di area lainnya,” ujar Ratna Lim.
Untuk data ekonomi domestik, cadangan devisa (cadev) Indonesia tercatat di level USD154,6 miliar pada Januari 2026, atau menurun dari sebelumnya USD156,5 miliar pada Desember 2025.
Penurunan tersebut akibat pembayaran utang valuta asing (valas) pemerintah dan upaya stabilisasi Rupiah oleh Bank Indonesia (BI).
Lalu, indeks harga properti di Indonesia tumbuh 0,83 persen year on year (yoy) pada kuartal IV-2025, atau cenderung stabil dari sebelumnya 0,84 persen (yoy) pada kuartal III-2025, serta merupakan pertumbuhan paling lambat sejak 2023.
Dari sisi domestik, pekan depan menurut Ratna pelaku pasar akan mencermati rilis data consumer confidence, data retail sales, serta data penjualan sepeda motor dan mobil.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 0,18 persen. (Osc).







