BERITABUANA.CO, KOTA PADANG – Layanan dan operasional penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) tetap berjalan normal. Erupsi Gunung Marapi pada Kamis (5/2/2026) malam pukul 22.25 WIB tidak menghalangi kesiapan pihak bandara melayani masyarakat.
Branch Communication & CSR BIM Feni Lindriany di Padang, mengemukakan hal tersebut dalam keterangannya seperti dikutip Sabtu (7/2/2026).
“Kondisi penerbangan masih aman. Alhamdulillah, sejauh ini observasi kami menggunakan paper test dinyatakan negatif,” kata Feni Lindriany di Padang.
Hasil pemantauan yang dilakukan pihak bandara menunjukkan abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi tidak terdeteksi atau tidak mencapai kawasan operasional bandara yang terletak di Kabupaten Padang Pariaman tersebut.
“Jadi, abu vulkanik dari erupsi tidak sampai ke daerah bandara dan dipastikan penerbangan saat ini dalam kondisi aman,” ujarnya lagi.
Tetapi, meskipun demikian pihak bandara terus melakukan pemantauan intensif. Pihak bandara terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga seiring aktivitas Gunung Marapi.
Seperti diketahui Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar mengalami erupsi pada Kamis malam pukul 22.25 WIB. Letusan itu menyemburkan kolom abu setinggi 3.000 meter dari puncak gunung.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi Teguh Firmansyah melaporkan kolom abu erupsi mencapai sekitar 5.891 meter di atas permukaan laut.
PGA Gunung Marapi mencatat erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 milimeter dan berdurasi sekitar 1 menit 27 detik.
Teguh menjelaskan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah timur laut. (Osc).






