BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia mendesak pemerintah untuk melakukan investigasi terkait dugaan kebocoran gas di pabrik penyimpanan bahan kimia PT Vopak Terminal Merak beberapa waktu lalu.
Merespons hal tersebut Chusnunia mengatakan meskipun pihak kepolisian telah menyatakan bahwa asap yang keluar bukan disebabkan oleh kebocoran tangki atau pipa, melainkan akibat dari proses pembersihan pipa hal tersebut harus dijelaskan agar warga tidak khawatir dan mengerti apa yang harus dilakukan.
“Tentunya harus ada penjelasan resmi dari pihak perusahaan sendiri dan langkah mitigasi yang lebih jelas untuk memastikan keamanan lingkungan, mengingat lokasi pabrik berdekatan dengan permukiman padat penduduk,”ujar dia dalam keterangannya, Jakarta, Senin, (2/2/2026).
Langkah tersebut menurutnya harus dilakukan untuk memastikan tidak ada paparan zat berbahaya lanjutan yang berpotensi mengancam keselamatan warga, sekaligus sebagai bagian dari prosedur pengamanan insiden industri berisiko tinggi.
Lebih lanjut Chusnunia juga mengatakan edukasi terhadap masyarakat oleh perusahaan juga penting dilakukan untuk keselamatan pekerja,masyarakat sekitar yang terdampak,masyarakat yang melintas sebagai bentuk kepatuhan regulasi industri.
“Kita bersama tentunya harus terus mendorong investasi yang yang sehat dan memprioritaskan keselamatan kesehatan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Sebelumnya sebagaimana ramai diberitakan Asap yang muncul secara tiba-tiba dan disertai bau menyengat tersebut menyebabkan sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan berupa pusing, mual, hingga muntah, sehingga harus mendapatkan penanganan medis.
Pihak Kepolisian juga telah menerjunkan Tim Inafis serta tim Kimia, Biologi, Radioaktif, dan Nuklir (KBRN) dari Gegana Brimob Polda Banten guna melakukan penyelidikan teknis sekaligus sterilisasi di lokasi kejadian.
Pihaknya juga akan meminta Kementrian Perindustrian sebagai mitra Komisi VII untuk menginvestigasi persoalan ini sebagai langkah preventif. (Jim)







