Jelajahi 21 Provinsi Melawan Judol, Gerakan “Judi Pasti Rugi GoPay” Jangkau 60 Juta Orang

by
Dari kiri, Head of GoPay Wallet-Kelvin Timotius, Dirjen Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi- Alexander Sabar, mantan pecandu judi online dan penggiat gerakan anti Judol-Erwin Erlani, dan Senior Brand Manager GoPay-Ari Wibowo, berfoto di depan mobil Van Judi Pasti Rugi. (Yus)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Gerakan “Judi Pasti Rugi” yang digagas GoPay dilakukan secara kreatif dan marathon sejak Oktober 2024 untuk memberantas praktik judi online di Indonesia, berjalan lancar dan mendapat apresiasi dari masyarakat luas.

“Semangat untuk memberantas Judi Online (Judol) ke berbagai kota di Indonesia, didukung penuh oleh Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Komdigi), dengan memberangkatkan mobil Van Judi Pasti Rugi pada 15 Mei 2025 dari Jakarta,” ungkap Kelvin Timotius, Head of GoPay Wallet dalam acara Van kembali ke Jakarta di Blok M-Hub, Kamis (29/1/2026) sore.

Ia menyebutkan, “Judi Pasti Rugi” telah menjangkau lebih dari 60 juta orang melalui media sosial, media massa, talkshow, hingga van keliling guna menyebarkan semangat melawan judi online ke berbagai kota di Indonesia.

Dikatakan, total selama sekitar 8 bulan perjalanan bersama Van Judi Pasti Rugi singgah di 66 kota yang ada di 21 provinsi, menempuh jarak hampir 30,000 kilometer. Di setiap kota, Van melakukan berbagai aktivitas interaktif dan edukatif terkait pemberantasan judi online.

“Pada hari ini, Kamis (29/1/2026) Van kembali ke Jakarta dan disambut langsung oleh Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar,” ucap Kelvin, sembari menegaskan Judi online merupakan salah satu ancaman serius dalam ruang digital yang berdampak langsung terhadap ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia.

Gerakan Judi Pasti Rugi yang diinisiasikan GoPay dan didukung oleh Komdigi menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga ekosistem digital di Indonesia tetap sehat, aman dan dipercaya masyarakat. “Gerakan ini juga turut mendukung kebijakan Bank Indonesia, khususnya terkait keamanan transaksi dan perlindungan konsumen,” papar Kelvin.

Ia menuturkan, upaya edukasi dan kolaborasi menunjukkan dampak nyata, sebagaimana data terbaru PPATK mencatat bahwa nilai transaksi judi online di Indonesia pada tahun 2025 turun 57% menjadi Rp155 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya mencapai Rp359 triliun. Sementara nilai deposit judi online juga mengalami penurunan sebesar 45%.

Gerakan Judi Pasti Rugi meraih apresiasi dari berbagai pihak, antara lain Juara 1 di kategori program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) dari Perhumas Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas peran aktif GoPay dalam mengedukasi masyarakat dan memberantas praktik judi online. Masyarakat dapat terus mendukung gerakan ini melalui Instagram @judipastirugi serta website judipastirugi.com untuk melaporkan situs maupun iklan mengenai judi online.

Menurutnya, gerakan Judi Pasti Rugi akan terus dijalankan melalui media sosial untuk semakin mendorong kesadaran publik dan menekan praktik judi online. “Di samping melalui gerakan Judi Pasti Rugi, GoPay juga memiliki teknologi Artificial Intelligence untuk mencegah pencurian identitas, penyalahgunaan akun, hingga mendeteksi transaksi mencurigakan secara real time, sebagai langkah-langkah menghalau adanya praktik judi online,” pungkas Kelvin.

Sementara itu, Dirjen Alexander menyatakan sebagaimana disampaikan oleh PPATK, tanpa intervensi yang memadai, potensi kerugian akibat judol diperkirakan dapat mencapai Rp1.100 triliun pada akhir tahun 2025. “Saya mewakili Komdigi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim GoPay dan aliansi Judi Pasti Rugi yang turun langsung ke lapangan mengedukasi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sejak adanya sosialisasi “Judi Pasti Rugi” laporan PPATK menyebutkan jumlah transaksi judol menurun hingga 57% dari tahun sebelumnya. “Capaian tersebut menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta dan masyarakat seperti gerakan Judi Pasti Rugi yang diusung oleh GoPay, merupakan salah satu kontributor atas capaian tersebut,” tukas Alexander. (Yus