BERITABUANA.CO, KUPANG – Evaluasi menjadi penting, selain untuk mencapai visi dan kualitas pembangunan, tapi juga mengidentifikasi kendala, tantangan serta peluang dalam rangka perbaikan.
Hal ini disampaikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena dalam arahannya pada kegiatan Evaluasi Hasil Pembangunan Infrastruktur Tahun 2025 Dan Peningkatan Mutu Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, yang diselenggarakan Dinas PUPR NTT, di aula Fernandez, Rabu (14/1/2026).
“Evaluasi ini juga penting untuk penyelenggaraan jasa konstruksi, yang lebih baik ke depan,” ujar Melki Laka Lena.
Sebagai produk evaluasi, kata dia, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai informasi publik secara terbuka dan akuntabel, mengenai hasil pembangunan.
“Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memperkuat transparansi dengan pemerintahan, serta mendorong peran aktif pelaku jasa konstruksi, dalam mendukung pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi di provinsi NTT,” tegas Melki Laka Lena.
Dengan kegiatan ini, tambah dia, diharapkan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah daerah, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan jasa konstruksi, untuk meningkatkan mutu pekerjaan jasa konstruksi secara menyeluruh, mulai dari perencanaan pelaksanaan hingga Pemanfaatan.
“Tentunya harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku jasa konstruksi di daerah yang sehat, dan memperkuat kepatuhan terhadap regulasi standar keselamatan kerja,” paparnya.
Disamping itu, lanjut Melki Laka Lena, mengutamakan prinsip keberlanjutan, mengedepankan integritas profesionalisme dan kolaborasi, dalam setiap pelaksanaan pekerjaan konstruksi, dan menghasilkan produk jasa konstruksi yang berkualitas.
Sebelumnya, Ketua Panitia yang juga Kadis Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT, Benyamin Nahak dalam laporannya menjelaskan kegiatan ini sebagai pedoman pelaksanaan evaluasi terhadap hasil pembangunan infrastruktur tahun 2025, dan peningkatan mutu penyelenggaraan jasa konstruksi kedepan
“Sedangkan tujuan pelaksanaan kegiatan ini, yaitu mengevaluasi terhadap hasil pembangunan Infrastruktur Dinas PUPR NTT tahun 2025,” ungkap Benny Nahak.
Lalu, tambah dia, meningkatkan mutu penyelenggaraan jasa konstruksi, melalui penyampaian hasil evaluasi dan rekomendasi perbaikan, yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan jasa konstruksi,
“Disamping itu, mendukung pertumbuhan ekonomi pelaku jasa konstruksi daerah, melalui penguatan peran dan partisipasi pelaku usaha jasa konstruksi, dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berkualitas,” jelasnya.
Juga menyampaikan informasi secara terbuka kepada publik, kata Benny Nahak, melalui kegiatan press release mengenai capaian hasil pembangunan infrastruktur provinsi NTT tahun 2025, sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan di bidang komet diisi
“Dan menghimpun masukan dan rekomendasi strategis, dari para pelaku kepentingan, sebagai bahan perumusan kebijakan dan perencanaan program pembangunan infrastruktur serta pembinaan jasa konstruksi pada tahun-tahun anggaran berikutnya. (iir)







