BERITABUANA.CO, JAKARTA — Anggota Komisi V DPR RI, Saadiah Uluputty, menyerukan agar peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mempertegas peran strategis generasi muda dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Menurut Saadiah, semangat Sumpah Pemuda harus dihidupkan kembali dalam konteks kekinian, di mana anak muda menjadi motor perubahan sosial, politik, dan ekonomi nasional.
“Sumpah Pemuda adalah momentum sejarah yang menandai lahirnya kesadaran kolektif untuk bersatu,” ujar Saadiah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/10/2025).
Politikus perempuan asal Maluku itu menegaskan, generasi muda tidak boleh lagi dipandang hanya sebagai pelengkap atau objek politik. Sebaliknya, mereka harus diberi ruang untuk tampil dan memimpin arah perubahan bangsa.
“Kita tidak bisa lagi memandang anak muda hanya sebagai objek politik. Mereka adalah subjek utama dalam perubahan sosial,” tegasnya.
Saadiah menambahkan, makna Sumpah Pemuda masa kini adalah keberanian untuk berkolaborasi, bersuara, dan memimpin gerakan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sumpah Pemuda di masa kini adalah keberanian untuk bersuara, berkolaborasi lintas latar belakang, dan berani memimpin gerakan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia menilai, perubahan besar selalu berawal dari keberanian anak muda untuk berpikir dan bertindak berbeda. Karena itu, generasi muda perlu memiliki keberanian moral untuk memimpin dengan nilai dan integritas.
“Perubahan besar sering lahir dari keberanian satu anak muda yang berani memimpin dengan nilai,” ucapnya.
Saadiah juga berpesan agar generasi muda tidak takut bermimpi besar ataupun gagal dalam prosesnya.
“Jangan takut bermimpi besar, jangan takut gagal. Kalian bukan pelengkap sejarah, kalian adalah penentu sejarah berikutnya,” pesannya.
Menutup pernyataannya, Saadiah menekankan pentingnya mengaktualisasikan semangat Sumpah Pemuda dalam membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan dalam upaya nyata untuk memperkuat kualitas anak muda demi tercapainya Indonesia Emas 2045,” tandasnya. (Ery)







