JABATAN Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Kapolri dan Kapolda Jawa Timur atau biasa disebut “Semeru 1” masih belum ditunjuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Padahal dua posisi itu sangat strategis di lingkungan Polri.
Sebut saja Asisten SDM perannya sangat vital di masa perekrutan anggota Polri yang kini sedang berproses. Jabatan As SDM sampai kini masih dijabat Komjen Prof Deddy Prasetyo yang sudah beberapa bulan lalu menjabat lnspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.
Tugas Irwasum Polri yang sudah sangat kompleks dalam mengawasi kinerja jajaran Polri dari Mabes, Polda, Polres dan Polsek pasti sangat menguras tenaga dan pikiran.
Sementara, kursi Kapolda Jatim juga masih dirangkap Komjen Pol imam Sugianto yang saat ini sudah dipromosikan sebagai Asisten Utama Operasi Kapolri (Astama Ops) Kapolri.
Jika melihat fenomena ini, sepertinya ada stagnasi jabatan yang terjadi di tubuh Polri. Padahal banyak perwira-perwira tinggi yang mumpuni bertugas sebagai widyaiswara di Lemdikpol.
Begitu juga sejumlah Kapolda di wilayah-wilayah yang berprestasi pantas menjabat As SDM dan Kapolda Jatim. Memang sejumlah pati di Mabes Polri sudah santer di sebut-sebut sebagai calon Kapolda Jatim.
Memang, untuk menentukan siapa yang akan ditunjuk menduduki jabatan tinggi di Polri, ada mekanisme tersendiri yang disebut Dewan Jabatan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti).
Dewan yang diketuai Kapolri atau Wakapolri bersidang bersama Irwasum, Kadiv Propam, As SDM. Sidang Wanjakti ini biasanya menguji nama-nama yang diusulkan baik internal dan eksternal tentang kapasitas, integritas dan prestasi kandidat.
Penunjukan seseorang menjabat di posisi-posisi strategis di Polri memang sering tak lepas dari penilaian subyektif. Hal ini sering sulit dihindari.
Semoga penunjukan As SDM Kapolri dan Kapolda Jatim segera terwujud mengingat tugas-tugas pokok Kepolisian RI ke depan yang makin kompleks dan penuh tantangan.
*Nico Karundeng* – (Wakil Pemimpin Redaksi www.beritabuana.co)







